Menggapai Bivouac

B -3. Yak, 3 bulan menjelang selesainya masa cicilan down payment bivouac mungil kami, jadi harus sering konsultasi dengan Bu Erna. Beliau adalah salah satu pegawai Cipta Group bagian KPR. Berikut hasil konsultasi per Senin, 20 April 2015:

  1. R: Bisakah mengajukan KPR ke Bank lain selain BTN?
    E: Untuk saat ini tidak bisa, karena ada beberapa persyaratan yang belum bisa dipenuhi oleh Developer sehingga belum bisa diajukan untuk proses pemecahan sertifikat.
  2. R: Beberapa persyaratan? Maksudnya Bu?
    E: Iyak, karena masih banyak pembeli unit yang DP-nya belum lunas sehingga Developer belum bisa membuat list pembeli untuk dijadikan salah satu syarat pemecahan sertifikat dan pemilik sertifikat adalah siapa – siapa saja yang ada di list pembeli tersebut.
  3. R: Kalau bulan Agustus 2015 saya sudah akad kredit dan sertifikatnya masih induk, berapa lama proses pemecahan sertifikatnya?
    E: Bank memberi waktu paling lambat 18 bulan sejak akad kredit untuk memecahkan sertifikat.
  4. R: Kalau rumah sudah siap huni tapi masa cicilan DP belum lunas apakah bisa saya tempati?
    E: Bisa, jika rumah sudah siap huni, cicilan DP belum selesai (otomatis belum bisa KPR) maka Developer bisa serah terima dengan pembeli.
  5. R: Berapa biaya yang harus disiapkan untuk proses KPR?
    E: Rp 11.000.000 -an atau 8% dari plafon pinjaman ke Bank.
  6. R: Berapa bunga KPR di BTN umum?
    E: 12%
  7. R: Saat mengumpulkan dokumen persyaratan dokumen berstatus single, bisa kah dikemudian hari dirubah menjadi suami-istri untuk pengajuan KPR-nya?
    E: Bisa, asal semua dokumen yang menjelaskan suami-istri bisa dilengkapi secepatnya.

Kayaknya segitu dulu deh yang dituangkan disini. Nanti kalau ada perubahan akan di update disini.

*R: saiah dan E: Erna (Developer)

Menghitung Biaya Atap Baja Ringan

Satu lagi sebuah tutorial rahasia dipersambahkan kepada masyarakat ilmusipil.com diseluruh indonesia maupun dunia dengan tema cara menghitung biaya atap baja ringan, ya.. kita bahas judul ini karena dengan banyaknya pekerjaan atap yang lebih memilih baja ringan maka tak jarang  pemilik rumah kebingungan dalam memperkirakan berapa total biaya yang dibutuhkan sehingga dapat menyiapkan dana dalam jumlah yang tepat, sementara bertanya langsung kepada kontraktor baja ringan bisa jadi merupakan suatu pantangan karena mungkin ada ketakutan apabila harga borongan justru dinaikan karena kita dianggap tidak mengerti sehingga mudah untuk dibohongi,

Cara menghitung biaya atap baja ringan

Secara umum urutan dalam menghitung biaya pekerjaan atap bisa dihitung dengan urutan sebagai berikut:

  1. Membuat data atap yang mau dibangun, bisa dalam bentuk gambar sketsa sehingga bisa diketahui bentuk dan ukuran bidang atap yang mau dihitung.
  2. Menghitung luas atap dalam satuan m2 bangunan, rumusnya memakai perhitungan matematika sederhana seperti luas persegi panjang, luas segitiga, luas trapesium dan bidang lain sesuai bentuk atap.
  3. Mencari harga per m2 pekerjaan rangka atap baja ringan, dan harga per m2 pekerjaan finishing atap diatasnya seperti genteng, asbes gelombang dan sejenisnya.
  4. Mengalikan luas atap dengan harga per m2 baja ringan sehingga ketemu biaya total yang dibutuhkan.
  5. Menambahkanya dengan angka kemanan atau biaya lain-lain untuk mengantisipasi biaya tak terduga saat pelaksanaan.

Penjelasan lengkap mengenai perhitungan atap bisa dilihat pada artikel yang secara khusus membahasnya disini. Jadi berdasarkan uraian diatas maka dapat kita buat sebuah rumus sederhana dalam menghitung biaya pekerjaan atap baja ringan.

Biaya ABR = (LA x HBR) + (LA x HPA)

Biaya atap baja ringan  = (luas atap dengan satuan m2  x harga baja ringan per m2) + (luas atap dalam satutan m2 x harga penutup atap per m2). Continue reading

Mengatur Strategi Sebelum Mengajukan KPR

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam berkehidupan yang layak. Tanpa tempat tinggal yang layak dan nyaman maka kita pun akan merasa ada yang kurang dalam menjalani kehidupan. Siapa sih yang tidak mendambakan suatu saat atau saat ini ingin memiliki dan menempati sebuah rumah idaman? Pasti hampir semua orang menginginkannya.

Melihat kondisi saat ini yang mana harga tanah semakin membumbung tinggi seiring berjalannya waktu, maka proses dan perjuangan untuk mendapatkan rumah idaman pun akan semakin sulit untuk diwujudkan. Tetapi pepatah banyak orang “apa sih yang gak bisa dilakukan di dunia ini?” Semakin susah tentu semakin merasa punya kepuasan tersendiri ketika suatu saat nanti seseorang itu mendapatkan apa yang dia dambakan.

Ada dua cara untuk mendapatkan rumah (idaman), membayar dengan cash atau langsung lunas dan dengan cara menyicil selama beberapa tahun. Melihat harga jual rumah maupun tanah saat ini, sepertinya jika dibandingkan kedua cara tersebut tentu saja dengan cara menyicil yang akan mendapatkan nilai terbanyak pilihan seseorang dalam mendapatkan rumah idaman. Continue reading