Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 3)

Senin, 31Maret 2014

Menurut pengakuan Agas sih, view sunrise dari pantai Larang seronok lho. Ya, alhasil kami pun memaksakan bangun dari tidur lebih pagi hanya untuk menyaksikan sunrise.

Sunrise di pantai Larang

Sunrise di pantai Larang

Aktivitas yang kami lakukan di hari ketiga hampir sama dengan hari ke dua. Bedanya hanya tidak ada tim yang mengambil air, karena Puji sudah mengambil air yang cukup sampai siang ini. Selesai mengisi perut tentunya kami langsung snorkeling / bekarang lagi. Iya, target kami disini harus muntah gegara snorkeling. Puas-puasin snorkeling mumpung masih ada waktu sampai jam 2 siang karena hari ini adalah hari terakhir kami di pantai Larang.

swimming, snorkeling on the beach every time

swimming, snorkeling on the beach every time

Pantai sih kotor tapi lautnya coy, buening

Pantai sih kotor tapi lautnya coy, buening

Hasil tangkapan rangeu & kima

Hasil tangkapan rangeu & kima

Melihat teriknya matahari makin memperkuat rasa malas untuk packing. Kurang lebih pukul 14.00 wib kami sudah selesai packing, semua perlengkapan dan alat yang kami baca sudah dipastikan masuk ke dalam carrier dan daypack. Sedih juga sih harus segera balik ke rumah Pak RT, padahal kami belum ada yang muntah lho. Mudah-mudahan next time kami bisa berkunjung kesini lagi dan dengan durasi waktu yang lebih lama. AMIIIIIIIIIIIIIIN…

selesai juga packing-nya

selesai juga packing-nya

Jalur pulang ke rumah Pak RT berbeda dengan jalur keberangkatan. Hal ini dipilih karena untuk penghematan tenaga. Iya, jika memilih jalur yang sama dengan jalur keberangkatan sangat membutuhkan banyak tenaga untuk susur pantai (naik-turun batu tepi laut). Berbeda jika lewat jalur pulang yang kami pilih. Jalannya full jalan setapak, hanya akan menemui jalur yang naik-landai-turun untuk melewati beberapa bukit. Pertimbangan lainnya adalah untuk merasakan kedua jalur untuk menuju pantai Larang dari rumah Pak RT.  Continue reading

Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 2)

SEMANGAT PAGI MAPUR……

Perarian pantai Larang

Perarian pantai Larang

Walaupun hari sudah pagi tapi serangga agas masih saja berkeliaran dan menghinggapi tubuh. Ternyata Agas masih mancing dan ditemani oleh dedek Landak. Puji pun terbangun dan segera cek lokasi tandon air yang ada disekitar camp area. Menurut GPS, lokasi tandon air ada di latitude 1.015892 & longitude 104.821461 yang artinya hanya berjarak 18.2 m dari tenda. Kabar buruk tak bisa disembunyikan oleh Puji. Iya, ternyata tandon tidak ada airnya alias kering karena musim kemarau panjang. Akhirnya, Puji dengan baik hati akan mengambil air ke sumur yang ada di sekolah. Jauh memang tapi mau tidak mau harus ambil air disana. Tak tau lagi lah kalau tak ada babang Puji yang nak ambek air kat prigi sekolah sane.

kami punya hotel

kami punya hotel

Sementara itu, dedek Sanah sudah menyiapkan sarapan dan berkolaborasi sama dedek Landak. Memang lah, dedek-dedek ini baik kali sama babang-babang nih. Baik kali pooooooooooooooooooon, ujar dedek-dedeknye. Selesai sarapan kami langsung menyiapkan snorkeling gear untuk nengokin terumbu karang dan ikan yang ada di perairan pantai Larang. Padahal masih jam 7.32 wib lho, mungkin bagi sebagian orang jam segitu masih kepagian untuk ber-snorkeling ria (bekarang). Bagaimana caranya  menuju spot snorkeling? Naik kapal pompong lagi kah? Tidak, kami cukup dengan renang beberapa meter dari bibir pantai, kami sudah menenukan terumbu karang yang masih bagus.

Spot Snorkeling

Spot Snorkeling

Mari bekarang

Mari bekarang

Time to bekarang dan matahari perlahan naik

Time to bekarang dan matahari perlahan naik

Air laut memang masih terasa dingin karena matahari belum nampak betul. Air lautnya pun belum terlihat bening karena masih minimnya sinar matahari. Tapi tak ape lah, yang berkarang waaaaaay. Karena belum punya alat yang bisa ngambil gambar di dalam air, jadi hanya bisa menikmati view dengan mata saja. Selesai berkarang, Puji pun belum tiba dari ngambil air padahal waktu di jam tangan kami sudah di angka 9 lho. Survival mode on….. Berjalan ke arah pantai Belakang untuk memetik kelapa, karena disekitaran pantai Larang pohon kelapanya tidak berbuah. Continue reading