JavaScript: Mengahapus Duplicate Value Pada Array

Dalam kondisi di mana diperlukan sebuah nilai yang akan ditambahkan ke dalam array dan elemen-elemen pada array tersebut harus bernilai unique (tidak ada duplikasi data). Bagaimana caranya?

let objectId = 1;
let myArray = [1, 3, 4, 5, 2];

myArray.push(objectId);
const index = myArray.indexOf(objectId);

if (index > -1) {
   myArray.splice(index, 1);
};

console.log(myArray);

Pada kode di atas, variable objectId yang bernilai 1 akan dimasukan ke dalam array bernama myArray.
Sehingga, ketika objectId dimasukan ke dalam myArray, maka nilai yang ada di dalam myArray adalah [1, 3, 4, 5, 2, 1].

Nah, kode di atas akan menghapus elemen 1 yang baru saja dimasukan. Sehingga nilai terakhir yang terlihat pada console adalah [1, 3, 4, 5, 2].

Happy coding, Gengs 🙂

JavaScript: Cara Mengetahui Object Bernilai Kosong Atau Tidak

Bagaimana caranya untuk mengetahui Object bernilai kosong atau tidak?

const myObject = {};

const checkValue = isEmpty(myObject);
console.log(checkValue);

function isEmpty(obj) {
    return Object.keys(obj).length === 0;
}

Perhatikan pada console browser, jika hasilnya true artinya Object nilainya kosong tetapi jika hasilnya false artinya Object tersebut tidak kosong.

5 Mitos Di Industri Software Development Indonesia

Sejarah mencatat kalau penggunaan komputer di Indonesia dimulai di sekitar tahun 1970-an dan cabang ilmu komputer atau teknik informatika mulai berkembang di Indonesia sekitar akhir tahun 1970-an. Bila memang benar cabang ilmu komputer masuk di Indonesia di tahun tersebut, berarti hampir 40 tahun industri software development di Indonesia tidak mengalami banyak kemajuan yang berarti. Kenapa demikian? Karena selama satu dekade belakangan, tingkat turnover di industri software development di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan di industri lainnya,delivery date yang tidak sesuai perencanaan dan fitur-fitur yang tidak sesuai permintaan kostumer.

Namun walaupun dengan semua permasalahan pelik tersebut, masih banyak saja praktisi IT di Indonesia yang melakukan hal yang sama seolah-olah kegagalan dalam 40 tahun belakangan belum menjadi cukup bukti kuat untuk mereka merubah cara berpikir dan cara berperilaku dalam software development. Seharusnya orang yang telah gagal berkali-kali langsung belajar dari kegagalan dan tidak melakukan hal yang telah menyebabkan ia gagal untuk kedua kalinya, namun hal tersebut seolah-olah tidak berlaku di Indonesia karena banyak orang Indonesia yang menggunakan kaca mata kuda yang tidak memperhatikan perkembangan dan perubahan di belahan dunia lain.

A problem can’t be solved from the same state of mind that created it. — Einstein

Pada hari ini, pada saat anda sedang membaca artikel ini, di Indonesia ada proyek software development yang sebentar lagi akan gagal dan pada saat yang bersamaan ada beberapa software developer yang baru saja bekerja di perusahaan selama kurang dari satu bulan berniat untuk mengundurkan diri dari perusahaan dimana ia bekerja. Banyak manajer dan petinggi perusahaan yang masih memiliki pola pikir dari teori manajemen dari tahun 1900-an dalam mengelola proyek software development di abad 21. Oleh karena itu banyak dari manajer IT ini yang perlu diganti karena mereka belum menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Apakah ini hanya merupakan kesalahan mereka saja? Tidak juga, perilaku mereka yang tradisional ini juga banyak dipengaruhi oleh atasan mereka yang berlagak tidak mau tahu dan sebuah departemen yang sering disebut Human Resource Department (HRD) yang masih menggunakan teori-teori jaman kuda yang sudah banyak disangkal oleh ilmuwan dan psikolog. Saya menyebut orang-orang yang duduk di Manajemen dan HRD sebagai partners in crime to demotivate people in the workplace. Saya menyebut teori jaman kuda yang mereka anut tersebut sebagai mitos.

mitos (n). sebuah pemikiran mengenai pengelolaan software development berdasarkan teori dari jaman kuda yang tidak manusiawi dan sudah tidak relevan lagi di abad 21. Continue reading