Menggapai Sejati (Hari Ketujuh & delapan)

Kamis, 8 September 2011

Bangun tidur jam 05.30 wib dan langsung packing untuk melanjutkan perjalanan turun. Dengan kondisi stok air mineral yang tersisa hanya 300 ml, maka target perjalanan hari ini pun harus tiba di pos I sebelum langit gelap. Beruntung dalam perjalan kami menemukan tandon air di pertengahan jalur antara pos III dengan pos IV dan kami juga menimbun 1 liter air di pos III. Kami harus tiba di pos III dengan segera, karena dikhawatirkan air timbunan kami diambil oleh pendaki lain.

Sebelum tiba di pos III, kami bertemu dengan rombongan pendaki dari Kalideres, Jakarta. Hanya bertegur sama dengan mereka kami pun segera melanjutkan perjalanan menuju pos III. Ternyata air yang kami timbun sudah tiada, kemungkinan besar diambil oleh tim Kalideres. Putus asa pun mulai meninggahi kami, karena harapan air kami satu-satunya telah tiada.

Sambil beristirahat cukup lama di pos III, kami pun segera menyisir semak-semak di pos III dengan harapan masih ada stok air minum yang tertimbun. Karena kebiasaan para pendaki Gunung Raung yang melewati jalur Kalibaru pasti menimbun air mineral, walaupun hanya sebotol minum. Dan puji syukur kami menemukan 1 liter botol yang berisi air. Warna air sudah agak kehijauan yang sepertinya sudah lama tertimbun. Slayer pun kami gunakan untuk menyaring air tersebut agar sedikit bersih dan aman untuk diminum.

Setelah menenggak beberapa tetes air kami langsung bergegas untuk segera melanjutkan perjalanan. Air tersebut kami atur sedemikian rupa agar cukup sampai pos I. Dengan jalan agak sempoyongan karena kekurangan energi akhirnya kami tiba di pos I kira-kira pada pukul 16.00 wib. Continue reading