Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 2)

SEMANGAT PAGI MAPUR……

Perarian pantai Larang

Perarian pantai Larang

Walaupun hari sudah pagi tapi serangga agas masih saja berkeliaran dan menghinggapi tubuh. Ternyata Agas masih mancing dan ditemani oleh dedek Landak. Puji pun terbangun dan segera cek lokasi tandon air yang ada disekitar camp area. Menurut GPS, lokasi tandon air ada di latitude 1.015892 & longitude 104.821461 yang artinya hanya berjarak 18.2 m dari tenda. Kabar buruk tak bisa disembunyikan oleh Puji. Iya, ternyata tandon tidak ada airnya alias kering karena musim kemarau panjang. Akhirnya, Puji dengan baik hati akan mengambil air ke sumur yang ada di sekolah. Jauh memang tapi mau tidak mau harus ambil air disana. Tak tau lagi lah kalau tak ada babang Puji yang nak ambek air kat prigi sekolah sane.

kami punya hotel

kami punya hotel

Sementara itu, dedek Sanah sudah menyiapkan sarapan dan berkolaborasi sama dedek Landak. Memang lah, dedek-dedek ini baik kali sama babang-babang nih. Baik kali pooooooooooooooooooon, ujar dedek-dedeknye. Selesai sarapan kami langsung menyiapkan snorkeling gear untuk nengokin terumbu karang dan ikan yang ada di perairan pantai Larang. Padahal masih jam 7.32 wib lho, mungkin bagi sebagian orang jam segitu masih kepagian untuk ber-snorkeling ria (bekarang). Bagaimana caranya  menuju spot snorkeling? Naik kapal pompong lagi kah? Tidak, kami cukup dengan renang beberapa meter dari bibir pantai, kami sudah menenukan terumbu karang yang masih bagus.

Spot Snorkeling

Spot Snorkeling

Mari bekarang

Mari bekarang

Time to bekarang dan matahari perlahan naik

Time to bekarang dan matahari perlahan naik

Air laut memang masih terasa dingin karena matahari belum nampak betul. Air lautnya pun belum terlihat bening karena masih minimnya sinar matahari. Tapi tak ape lah, yang berkarang waaaaaay. Karena belum punya alat yang bisa ngambil gambar di dalam air, jadi hanya bisa menikmati view dengan mata saja. Selesai berkarang, Puji pun belum tiba dari ngambil air padahal waktu di jam tangan kami sudah di angka 9 lho. Survival mode on….. Berjalan ke arah pantai Belakang untuk memetik kelapa, karena disekitaran pantai Larang pohon kelapanya tidak berbuah. Continue reading

Seruntulan ke Dabo di Pulau Singkep, Lingga, Kepulauan Riau [Part 2]

Alkisah di hari Jumat tanggal 9 Agustus tahun 2013

Rombongan terpecah dari beberapa wilayah, dari Sei Panas, Batam Center, Tiban dan Sagulung. Meeting point di Batu Aji. Nah pada H-1 kami sepakat janjian untuk jam 7 pagi sudah sampai di Batu Aji. Karena masih musim mudik dikhawatirkan kehabisan tiket kapal dari Telaga Punggur ke Jagoh, Dabo.

Akhirnya gerombolan dari Sagulung lah yang betul-betul ontime tiba di Batu Aji. Tapi karena kecewa akhirnya blok Sagulung pun putar kompas lagi ke Sagulung. Sekalian lewat saia pun akhirnya jemput juga blok Sagulung. Langsung berangkat ke meeting point tapi blok Tiban belum juga muncul, apalagi blok Sei Panas

Memasuki jam 8 pagi blok Tiban dan Sei Panas pun menampakan dirinya di meeting point. Jam 8.25 kami take off ke pelabuhan Tanjung Punggur dengan menumpangi roda empat sang Boss. Jalanan masih relatif sepi tapi tidak berlaku di sekitaran pelabuhan Telaga Punggur. Kami pun tidak kebagian memarkirkan roda empat sang Boss di dalam area pelabuhan. Dapatlah lapak untuk memarkirkan itu roda empat tidak jauh dari pelabuhan Telaga Punggur.

Tiket Ferry Tg Punggur - Dabo

Tiket Ferry Tg Punggur – Dabo

Babang Basten pun kami utus untuk membeli tiket kapal. Tiket sudah dipegang, namun karena masih jam 9.05 maka kami putuskan untuk ngupi dan ngeteh di kedai sekalian sarapan. Jam 9.45 kami mulai memasuki dan menaiki kapal KM Marina Baru yang sudah siap menghantarkan kami ke Dabo, Pulau Singkep.

Tepat jam 10.15 KM Marina Baru mulai melepaskan sandaran dari pelabuhan Tanjung Punggur. Tidak begitu banyak penumpang yang ada di dalam kapal, tidak seperti kapal tujuan Tanjung Pinang yang masih ‘bejubel’. Clangak-clinguk menikmati pemandangan lewat jendela sambil cek posisi di GPS dan ternyata kapal yang kami tumpangi itu melewati jembatan 3 Barelang. Buru-buru lah kami ngacir ke atap kapal untuk benar-benar menikmati perjalanan. Tak lupa kami juga ambil gambar sebagai dokumentasi bahwa kami pernah menaiki kapal yang melewati jembatan 3 Barelang tersebut.

Under Jembatan 4 Barelang

Under Jembatan 4 Barelang

Tidak jauh dari jembatan 3 kami melihat tebing disebelah kiri kapal yang sangat mungkin digunakan untuk latihan panjat tebing. Kalo tidak melenceng tebing tersebut berada di latitude -0.87024, longitude 104.09218

Tebing Panjat

Tebing Panjat

Masih menikmati perjalanan sambil disuguhi lukisan “nyata” nya sang Khalik. Angka di jam tangan sudah menujukan 12.40 wib. Tepat disebelah kiri kami melihat hamparan pasir putih yang sangat panjang dan mungkin juga indah untuk dinikmati. Kemungkinan posisi pasir putih itu ada di latitude -0.19123, longitude 104.336716 dan menurut database navitel itu pulau bernama Pulau Blandoh Besar. Dan kalau dilihat dari penampakan di google nampaknya itu pulau tak berpenghuni manusia.

Pulau Blandoh Besar

Pulau Blandoh Besar

Disebelah kanan kapal nampak rumah-rumah penduduk Pulau Cempa. Menurut salah satu penumpang masyarakat pulau Cempa salah satu penghasil ikan teri yang dikirim ke Tanjung Pinang. Ternyata disana juga terdapat sekolah SD sampai SMP + tower BTS telekomunikasi.

Pulau Cempa

Pulau Cempa

Perut mulai mengeluarkan suara yang khas, tapi perjalan belum nampaknya masih jauh. Wait and see mode on terlihat dari kejauhan disebelah kiri kapal adalah Gunung Daik yang berada di Pulau Lingga. Yang artinya pelabuhan Jagoh jaraknya sudah semakin dekat. Laju kapal pun dikurangi dan secara perlahan kapal mulai bersandar di pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep. Angka di jam tangan menunjukan angka 14.02 wib dan dengan kecepatan rata-rata kapal 51 km per jam. Continue reading

Seruntulan ke Dabo di Pulau Singkep, Lingga, Kepulauan Riau [Part 1]

Berawal dari bincang-bincang mau kemana liburan lebaran tahun 2013 yang agak sedikit jumlah harinya itu. Setelah melalui perbincangan yang sangat alot, akhirnya Dabo, Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau terpilih untuk menjadi tujuan seruntulan kali ini.

Daratan Dabo Singkep

Daratan Dabo Singkep

Sekilas Dabo

Pulau Singkep merupakan pulau paling selatan dari Kepulauan Riau yang berpusat di Dabo. Sebuah tempat yang terpencil yang akan membuat kita serasa kembali ke alam. Karena jika berada di pulau tersebut kita akan bebas dari hiruk pikuk kehidupan kota, kemacetan lalu lintas, tingkat kriminalitas yang tinggi dan lain sebagainya. Oleh karena itu merupakan tempat yang cocok untuk menghilangkan stress…

Dabo dalam Kep Riau

Dabo dalam Kep Riau

Dabosingkep sebagai ibukota kecamatan Singkep pernah dikenal sebagai “kota timah” selain Pangkal Pinang (Bangka) dan Tanjung Pandan (Belitung). Kehadiran perusahaan penambangan timah selama sejak 1812 – 1992 (direct atau indirect) telah meninggalkan infrastruktur yang sekarang menjadi aset Pemda setempat dan departemen teknis seperti bandara, pelabuhan laut, jalan raya, prasarana listrik, air minum, telekomunikasi, rumah sakit, bangunan bank, perkantoran perusahaan timah, unit-unit bangunan perumahan karyawan, dan sebagainya.

Bandara Dabo dapat didarati pesawat jenis Fokker-27, sedangkan ada dua (2) pelabuhan laut yaitu pelabuhan Jagoh dan pelabuhan Dabo yang telah mengalami renovasi dari anggaran APBN , dengan harapan dapat disinggahi oleh kapal-kapal ukuran menengah dari Jakarta, Bangka menuju Batam atau Tanjung Pinang. Sedang fasilitas komunikasi dengan kode area 0776 sudah menyediakan kontak Saluran Langsung Jarak Jauh (SLJJ).  Continue reading

All About Lombok

Lombok

Lombok

Meskipun baru berencana alias belum pernah seruntulan ke Lombok, nggak ada salahnya kan saya bikin tulisan sedikit informasi yang berhubungan dengan persiapan seruntulan ke pulau sebelah timurnya pulau Dewata itu. Ya, itung-itung bikin mirror dari forum sebelah lah.

Penerbangan ke Pulau Lombok:
Domestik:

  • Lion Air & Wings Air: Jakarta, Surabaya, Denpasar
  • Garuda Indonesia: Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar
  • Citilink: Surabaya
  • Trans Nusa: Denpasar, Bima
  • Merpati Nusantara: Denpasar, Bima
  • Sky Aviation: Denpasar

International:

  • Silk Air: Singapura
  • Air Asia: Kuala Lumpur, Malaysia
  • Jetstar: Perth – Australia per 24 Sept 2013

Tarif penyebrangan Padang Bai – Lembar dan sebaliknya (setiap jam):

  • Pejalan Kaki: 40.000/orang
  • Sepeda: 57.000/unit
  • Sepeda Motor: 112.000/unit
  • Mobil Penumpang: 733.000/unit
  • Mobil Pick up: 687.000/unit
  • Mini Bus: 1.484.000/unit

Continue reading

Tips Aman Bawa Gadget Saat Backpacking

Kurang lengkap rasanya jika liburan tanpa membawa gadget. Jika sedang backpacking, tidak jarang Anda enggan membawa gadget karena takut rusak atau tertinggal. Berikut 6 tips backpacking aman tanpa harus meninggalkan gadget Anda.

Harus diakui, gadget telah banyak berperan dalam kehidupan saat ini. Anda tak perlu tersasar karena ada perangkat GPS di gadget, atau berbagai aplikasi khusus travel lainnya. Tapi, apakah aman jika membawa gadget saat liburan gaya backpacking?


Ikuti 6 tips backpacking aman bersama gadget kesayangan:

  1. Beri gadget Anda ‘pakaian’

    Tidak bisa dipungkiri, gadget merupakan barang yang lumayan ringkih. Oleh karena Anda akan liburan dengan gaya backpacking, maka sebaiknya Anda memberi perlindungan lebih pada gadget. Saat ini sudah banyak pelindung gadget dengan variasi bentuk dan harga yang beragam. Salah satu merk pelindung gadget yang cukup kuat adalah Otter. Perlindungan ganda dari karet dan plastik membuat gadget Anda lebih aman.

  2. Simpan di tempat berbeda

    Jangan satukan gadget dengan botol minuman atau kunci penginapan. Meski terdengar sepele, namun penggabungan barang-barang di dalam tas bisa merugikan Anda. Jika Anda asal melempar kunci ke dalam tas yang berisi handphone, kemungkinan besar layar HP anda akan tergores kunci. Continue reading