All About Lombok

Lombok

Lombok

Meskipun baru berencana alias belum pernah seruntulan ke Lombok, nggak ada salahnya kan saya bikin tulisan sedikit informasi yang berhubungan dengan persiapan seruntulan ke pulau sebelah timurnya pulau Dewata itu. Ya, itung-itung bikin mirror dari forum sebelah lah.

Penerbangan ke Pulau Lombok:
Domestik:

  • Lion Air & Wings Air: Jakarta, Surabaya, Denpasar
  • Garuda Indonesia: Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar
  • Citilink: Surabaya
  • Trans Nusa: Denpasar, Bima
  • Merpati Nusantara: Denpasar, Bima
  • Sky Aviation: Denpasar

International:

  • Silk Air: Singapura
  • Air Asia: Kuala Lumpur, Malaysia
  • Jetstar: Perth – Australia per 24 Sept 2013

Tarif penyebrangan Padang Bai – Lembar dan sebaliknya (setiap jam):

  • Pejalan Kaki: 40.000/orang
  • Sepeda: 57.000/unit
  • Sepeda Motor: 112.000/unit
  • Mobil Penumpang: 733.000/unit
  • Mobil Pick up: 687.000/unit
  • Mini Bus: 1.484.000/unit

Continue reading

Eksplor Pulau Benan, Lingga, Kepulauan Riau

Pulau Benan, Lingga

Pulau Benan, Lingga, Kepulauan Riau

Apa yang ada dipikiran kamu apabilan membaca dua kalimat: Kepulauan Riau ? Yup, suatu wilayah yang terdiri dari beberapa pulau. Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi di bagian barat Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Bicara kepulauan pasti beberapa pulau yang menyimpan keindahan bahari.

Iya, Pulau Benan merupakan salah satu pulau di wilayah Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau yang mempunyai potensi wisata bahari. Konon katanya, disana juga masih terdapat terumbu karang yang sangat indah. Pulau Benan terdapat di tenggara Dabo, ibukota kabupaten Lingga.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat informasi paket wisata Tour De Benan seharga Rp 150.000,- / orang yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga. Sangat murah kan? Pastinya, karena kegiatan tersebut disubsidi oleh pemda setempat.

Jum’at, 31 Mei 2013 saya sudah checklist barang apa saja yang akan dibawa. Mulai dari GPS, camera pocket, charger, masker, snorkel, dry bag, daypack, pakaian, alat mandi, sun block dan beberapa makanan ringan.

Montoran

Montoran

Tepat pukul 8.00 hari Sabtu, 1 Juni 2013 kami mulai bergerak menuju pelabuhan Tanjung Punggur dengan menumpang sepeda motor yang telah berusia 20 tahun itu. Sedikit melipir dulu ke arah Batam Center untuk beli koran Batam Pos edisi minggu lalu. Lanjut, sampai di SPBU KDA kami mampir untuk “nyetok” rupiah demi memenuhi keperluan alat jual beli disana. Karena sudah dipastikan disana tidak terdapat mesin ATM.

PLTU

PLTU

Beberapa ratus meter dari pelabuhan Tanjung Punggur tak lupa kami mengambil gambar dengan background pembangkit listrik tenaga batu bara.

Yaaaa, dianggap lumayan deh hasil gambarnya. Tepat pukul 9.20 wib kami tiba di pelabuhan Tanjung Punggur. Karena belum pernah menginapkan sepeda motor disana, so pasti kami sempat bingung parkir inap motor ada disebelah mana.

Ketemu parkiran motor, nyantolin helm dan langsung dikasih karcis parker + harus bayar dimuka. Berjalan kearah pintu masuk pelabuhan para penjaga loket pun saling berteriak untuk menawarkan tiket dengan masing-masing perusahaannya. Mampir ke loket retribusi pelabuhan untuk bayar 2 orang (tapi lupa berapa ya biaya retribusi per orangnya).

Pelabuhan Tg Punggur

Pelabuhan Tg Punggur

Walaupun baru pertama kali masuk pelabuhan Tanjung Punggur (padahal udah 14 bulan hidup di Batam) kamu pun belagak tau aja. Celingak-celinguk nampaknya masih belum dating peserta tour de Benan yang lainnya.

Makin siang makin ramai peserta trip nya cuy. Tapi kok sudah jam 10 siang belum ada tanda-tanda dari panitia untuk sekedar briefing atau apa kek. Gelisah melanda beberapa peserta trip karena sampe jam 11.30 pun belum ada penampakan kapal dan pastinya PIC Tanjung Punggur pun gak bisa dihubungi. Setelah telepon Amril PIC Tanjung Pinang ternyata beliau juga kaget kalau rombongan Tanjung Punggur belum dijemput kapal. Akhirnya dapat kabar yang pasti dari beliau kalau kapal untuk jemput kita itu rusak dan sekarang lagi diperbaiki kerusakanya. Curiga saya sih kapal untuk jemput rombongan Tanjung Pinang dan Tanjung Punggur Cuma 1.

Speed Boat

Speed Boat

Angka di jam tangan udah bertuliskan 12.35 yang artinya udah molor 2,5 jam. Kapal pun muncul dan pasti saling berebutan masuk (pesertanya over kuota). Langsung sempal-sempil dan dapat tempat duduk di bagian depan. Sepintas kursi penumpangnya mirip kuris bus AC yang berkeliaran di Jakarta.

Nangkring di atap

Nangkring di atap

Duduk manis, merem sejenak dan melek lagi. Nengok jam tangan udah jam 14.22 wib aja. Jalan-jalan ke bagian belakang kapal, ternyata di bagian paling belakang ada tempat duduk tanpa AC. Dan dibelakangnya lagi ada tangga, pas ditengok ke atas waaah ternyata banyak juga orang-orang yang duduk di atas sambil nikmatin kepulauan Riau secara langsung. Tentunya kami pun ikutan nangkring diatas. Continue reading

Perjalanan “Dinas” Profesional Perdana

Microsoft SharePoint 2010 Administration Training

Mendapatkan kesempatan training professional itu sangat menyenangkan, terlebih lagi kesempatan tersebut adalah training pertama kali yang diselenggarakan secara professional.  Microsoft SharePoint 2010 Administration, yup itu adalah materi training perdana saya dengan penyelenggara Native Enterprise yang berlokasi di Jalan Setrasari Kulon V, Bandung (rekomendasi dari kang Suherman).

Padahal harapan saya bisa mendapatkan provider training di Jakarta agar tiap hari saya bisa pulang ke rumah. Namun, untuk jadual bulan Maret rekomendasi provider dari kang Suherman itu kosong. Adanya bulan April. Dengan berat hati saya memilih training di Bandung. Tapi tidak apa lah, hitung-hitung untuk menambah teman di Bandung. Terakhir saya bermalam di Bandung itu tahun 2004, dan itu pun hanya satu malam di Bandung.

Perjalanan Batam – Bandung kali ini akan melewati Jakarta, karena ingin pulang sejenak ke tempat tinggal orang tua di bilangan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan ke sekretariat KMPA Patuha di kampus A Uhamka untuk berkangen ria dengan saudara-saudari saya di Patuha. Continue reading

Membiasakan Diri Menabung

“Saya ingin sekali menabung, tetapi sepertinya uang saya habis terus. Selain itu, anak-anak juga minta dibelikan sepatu, dan saya kan juga perlu beli ini, itu……”

Kata-kata tersebut di atas mungkin akrab di telinga, atau mungkin Anda sendiri mengalaminya: Anda ingin sekali bisa menabung, tetapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu? Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung?

Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti mengalaminya. Menabung, atau melakukan investasi secara rutin, seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Dengan menyisihkan uang Anda secara rutin, maka uang yang terkumpul tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun lamanya, ia mengatakan seringkali penghasilannya habis dipakai dalam sebulan sehingga ia tidak bisa menabung. Padahal, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulannya, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya!


Menabung Dulu, Baru Sisanya Dibelanjakan

Saya akan memberi satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu berbelanja dulu dan tak sempat menabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu? Ketika Anda mendapatkan gaji pada tanggal 25, misalnya, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk menabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.

Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Continue reading

Lagu persembahan untuk rakyat Jakarta yang merindukan lahirnya Jakarta Baru

Ooo… Permisi…

Kuingin curhat disini, dengarkan ya…, curahan hati ini. Pak pemimpin dengerin ye. Ini lah kami, rakyat warga DKI. Cemas setiap kali rasa dihati. Meluap air dari kali Tambah hujan deras tak berhenti. Pindah angkat perabot lagi, aduh aduh banjir, repot sekali.

O… Permisi,

Kuingin curhat disini, dengarkan ya…, curahan hati ini. Kami warga DKI kepala cenat cenut tiap hari, keluar rumah pagi-pagi, pulangnya tiba sampai malam hari. Mobil kacau semerawut, motor juga pada ngebat ngebut. Muka cembetat cembetut, semua setressss. Aduh pusing macet..

Kucoba naik bis kota, tapi ku di copet. Kucoba naik kereta, juga ku di jambret. Perkosaan terjadi katanya di mikrolet. Lagi asyik jalan tiba-tiba mobil mepet. Aku pun keserempettt.

Pada siapa kami harus mengadu. Gak punya uang badan kejang-kejang rumah sakit acuhhh. Siapa lagi yang dapat membantu. Tiap bulan nunggak terus uang sekolah ku, Bapak Ibu tolong aku, aku malu malu malu maluuuu.

Kami mencari pemimpin sejati yang mencintai kami dengan hati yang murni. Tak peduli meski bukan orang betawi. Walau dia wong Solo tapi ati ne wicaksono. Walau matanya sipit yang penting besar mata nurani. Yang telah terbukti Jokowi-Basuki, mantan Walikota dan Bupati. Kalo gak percaya coba ngecek sendiri.

 

Tips Agar Gaji Bulanan Tidak Cepat Habis

Gaji ente selalu habis di pertengahan bulan? Berarti ente yang salah dengan pengelolaan uang ente setiap bulannya. Mungkin ente kerap merasa, perusahaan memberikan gaji yang terlalu kecil dan pemasukan selalu tidak bisa mencukupi pengeluaran.

Mungkin sebenarnya gaji ente sudah lebih dari cukup, hanya saja ente lebih banyak menggunakan gaji ente itu untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Sebelum kebiasaan buruk ente ini jadi bencana keuangan, simak beberapa solusi agar ente bisa menyimpan gaji bulanan.

  1. Sisihkan Gaji

    Sisihkan 10 sampai 30 persen gaji setelah menerima gaji, lalu simpan di rekening bank yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang berada di bank tersebut. Agar tidak tergoda untuk melakukan penarikan uang, jangan membuat fasilitas kartu ATM pada akun bank tersebut. Continue reading

Tips Aman Bawa Gadget Saat Backpacking

Kurang lengkap rasanya jika liburan tanpa membawa gadget. Jika sedang backpacking, tidak jarang Anda enggan membawa gadget karena takut rusak atau tertinggal. Berikut 6 tips backpacking aman tanpa harus meninggalkan gadget Anda.

Harus diakui, gadget telah banyak berperan dalam kehidupan saat ini. Anda tak perlu tersasar karena ada perangkat GPS di gadget, atau berbagai aplikasi khusus travel lainnya. Tapi, apakah aman jika membawa gadget saat liburan gaya backpacking?


Ikuti 6 tips backpacking aman bersama gadget kesayangan:

  1. Beri gadget Anda ‘pakaian’

    Tidak bisa dipungkiri, gadget merupakan barang yang lumayan ringkih. Oleh karena Anda akan liburan dengan gaya backpacking, maka sebaiknya Anda memberi perlindungan lebih pada gadget. Saat ini sudah banyak pelindung gadget dengan variasi bentuk dan harga yang beragam. Salah satu merk pelindung gadget yang cukup kuat adalah Otter. Perlindungan ganda dari karet dan plastik membuat gadget Anda lebih aman.

  2. Simpan di tempat berbeda

    Jangan satukan gadget dengan botol minuman atau kunci penginapan. Meski terdengar sepele, namun penggabungan barang-barang di dalam tas bisa merugikan Anda. Jika Anda asal melempar kunci ke dalam tas yang berisi handphone, kemungkinan besar layar HP anda akan tergores kunci. Continue reading