Mengetahui Nilai X, Y (Titik Koordinat) Suatu Lokasi Menggunakan Google Map

Teknologi GPS (Global Positioning System) akhir-akhir ini makin familiar dengan lapisan masyarakat. Hampir disetiap smart phone pasti tertanam hadrware & software untuk mengetahui posisi seseorang di atas permukaan bumi. Banyak aplikasi yang beredar untuk mendukung GPS pada smart phone seperti google map, navitel, orux map dan lain-lain.

Untuk PC/NB sudah tidak asing lagi dengan google map/earth. Tetapi aplikasi tersebut secara default tidak menampilkan nilai x, y (titik koordinat) suatu lokasi. Berikut adalah cara sederhana yang masih bisa digunakan saat ini untuk mengetahui nilai x, y (titik koordinat) lokasi tertentu.

Pertama, silahkan masuk ke url maps.google.co.id. Kemudian input keyword nama kota atau tempat sesuai dengan tempat yang akan kita cari, enter. Zoom, drag ke kanan-kiri dan ganti layer satelite/peta/earth untuk memperjelas lokasi yang dicari.

Input Batam

Input Batam

Setelah menemukan lokasi tersebut, klik kanan kemudian pilih “ada apa disini?”

titik koordinat

titik koordinat

Nilai titik koordinat (x, y) sudah ditampilakn oleh “paman” google.

Tips Aman Bawa Gadget Saat Backpacking

Kurang lengkap rasanya jika liburan tanpa membawa gadget. Jika sedang backpacking, tidak jarang Anda enggan membawa gadget karena takut rusak atau tertinggal. Berikut 6 tips backpacking aman tanpa harus meninggalkan gadget Anda.

Harus diakui, gadget telah banyak berperan dalam kehidupan saat ini. Anda tak perlu tersasar karena ada perangkat GPS di gadget, atau berbagai aplikasi khusus travel lainnya. Tapi, apakah aman jika membawa gadget saat liburan gaya backpacking?


Ikuti 6 tips backpacking aman bersama gadget kesayangan:

  1. Beri gadget Anda ‘pakaian’

    Tidak bisa dipungkiri, gadget merupakan barang yang lumayan ringkih. Oleh karena Anda akan liburan dengan gaya backpacking, maka sebaiknya Anda memberi perlindungan lebih pada gadget. Saat ini sudah banyak pelindung gadget dengan variasi bentuk dan harga yang beragam. Salah satu merk pelindung gadget yang cukup kuat adalah Otter. Perlindungan ganda dari karet dan plastik membuat gadget Anda lebih aman.

  2. Simpan di tempat berbeda

    Jangan satukan gadget dengan botol minuman atau kunci penginapan. Meski terdengar sepele, namun penggabungan barang-barang di dalam tas bisa merugikan Anda. Jika Anda asal melempar kunci ke dalam tas yang berisi handphone, kemungkinan besar layar HP anda akan tergores kunci. Continue reading

Sepintas Kondisi Geologi Bukit Hambalang

Bukit Hambalang mendadak menjadi sangat terkenal karena bencana tanah ambles (longsor) yang bernuansa politis. Kali ini bencana yang dibumbui politik ternyata berbunyi nyaring.

Okelah dongeng dibawah ini tidak menyangkut hal yang populis tetapi mencoba menjelaskan seperti apa kondisi geologi Bukit Hambalang. Beberapa peta serta gambar mungkin akan menjelaskan seperti apa kondisi geologi daerah ini.

Bukit Hambalang.

Lokasi Bukit Hambalang berada diselatan Jakarta. Dalam peta topografi dibawah ini terlihat Bukit Hambalang terletak pada tepi utara Gunung Gede. Terlihat bukit yang sangat menonjol walaupun kecil tetapi jelas sekali terlihat bahwa dari bukit ini akan melihat pemandangan indak ke arah utara berupa perkotaan, sedangkan diselatannya ada pemandangan Gunung Gede.

Bukit kecil disebelah selatan inilah yang disebut sebagai Bukit Hambalang. Bukit kecil ini tersusun oleh batuan yang oleh para ahli geologi disebut sebagai Formasi Jatiluhur.

Kondisi Geologi Hambalang

Desa Hambalang merupakan perbukitan dengan ketinggian sekitar 630 m dpl, berada pada lereng barat Gunung Hambalang dengan kemiringan lereng 15 hingga 25 derajat. Batuan dasar di Hambalang disusun oleh batu lempung formasi Jatiluhur, berwarna abu-abu sampai hitam, bersifat mudah hancur dan mengembang, ekspansif jika terkena air, kedap air, dan tersingkap di kaki lereng bagian bawah.

Masih ingat tentang dongeng rayapan (creep) disini ? Lempung ini jika kena air akan mengembang, bila kena panas akan pecah, karena kedap air. Maka di daerah tersebut sulit diperoleh air tanah.

Tanah dan batuan permukaan ataupembentuk lereng berupa breksi tufa yang telah setengah hingga melapuk tinggi, bersifat lolos air, berada di atas batuan lempung yang kedap air. Lempung ini bila terkena air, akan menyerap air dan mengembang yang akhirnya berpotensi menjadi bidang gelincir yang sangat ideal untuk terjadi gerakan tanah.

Peta Geologi diatas menunjukkan batuan apa saja yang ada di Bukit Hambalang. Batuan Breksi vulkanik yang mungkin merupakan hasil aktivitas vulkanis purba berada pada puncak bukit ini. Batuan yg disebut breksi ini mirip sepertinya sebuah endapan lahar jaman dahulu. Dibawahnya batuan berlapis, dimana terdapat batupasir dan batu lempung yang licin bila terkena air.

Karena daerah ini memiliki curah hujan tinggi, tentunya menyebabkan lapisan lempung ini akan berreaksi dengan air. Pada lereng yang curam sangat mungkin bidang perlapisan lempung ini menjadi licin dan menjadikannya sebagai bidang gelincir. Dan inilah yang menyebabkan longsoran yang terjadi secara cepat.

Namun apabila lerengnya landai yang mungkin terjadi adalah rayapan atau creep. Memang tidak bisa serta merta melihat apakah gejala ambles atau longsor disebabkan oleh ulah manusia, atau alami. Namun yang lebih penting untuk diketahui adalah pengetahuan tentang daya dukung lahan ketika akan membuat sebuah konstruksi bangunan.

Lahan – Design – Biaya

Paling tidak tiga faktor utama LAHAN – DESIGN – BIAYA, ketiga faktor ini akan selalu terkait ketika akan membangun sebuah konstruksi. Kalau sudah ada lahannya ya designnya mengikuti dan itu akan mempengaruhi biaya yang diperlukan. Kalau ingin memaksakan bagunan tinggi ya bisa saja tapi biaya konstruksi dan pemeliharaanya harus ekstra. Atau kalau mau designnya dibuat dulu, ya dicari lahan yang sesuai dan ujungnya tetep pada biaya.

sumber: http://rovicky.wordpress.com/2012/05/31/sepintas-kondisi-geologi-bukit-hambalang/#comment-41955

Banyak Faktor Dalam Kegagalan Shukoi SJ 100

Saat ini memang sedang hangat-hangatnya media massa menyajikan informasi tragedi jatuhnya pesawat Shukoi Super Jet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Dalam kejadian tersebut, sudah dipastikan pesawat SSJ 100 itu gagal dalam misinya untuk demo flight di Indonesia. Karena burung besi ciptaan Rusia itu malah menabrak salah satu tebing yang ada di Gunung Salak.
Hal ini bisa terjadi karena

Continue reading

Dieng, Kediengan di Dataran Tinggi

Dieng ibarat perempuan cantik yang selama ini menggoda saya. Kabutnya adalah bedak yang membuat pikiran saya melayang-layang ingin segera mencecapnya. Dinginnya adalah keakuan yang ingin saya taklukan. *sumber

Banyak cerita dari berbagai sumber tentang keindahan dan kedinginan dataran tinggi Dieng yang secara administrasi terletak pada dua kabupaten, yaitu Wonosobo dan Banjarnegara. Setelah merangkum semua informasi yang kami dapatkan, rencana operasional perjalanan (ROP). Berikut skenario kasar perjalanan kami, Jakarta – Wonosobo – Dieng – Wonosobo – Jakarta.

Dan akhirnya tanggal 21 Sepetember 2011 menjadi awal permulaan perjalanan kami ke Dieng. Karena kebetulan kami sekampus maka perjalanan pun dimulai dari bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Dengan menumpang metro mini 72 arah Lebak Bulus, kami masih bisa duduk manis di dalam kendaraan tersebut yang tentunya harus mengeluarkan uang Rp 2.000 untuk membayar jasa metro mini tersebut yang mengantarkan kami ke terminal Lebak Bulus… Continue reading

Menggapai Sejati

Salam Nusantara…

Dalam catatan perjalanan kali ini yang cukup panjang, tulisan ini saya pisahkan per masing-masing hari semenjak dimulainya perjalanan. Yuk mari membaca dan menyimak.

Gunung Raung (3332 mdpl) adalah sebuah gunung yang besar dan unik, yang berbeda dari ciri-ciri gunung pada umumnya dan merupakan gunung berapi aktif tertinggi kedua di Pulau Jawa yang sampai saat ini status gunung tersebut pun masih waspada. Keunikan dari gunung Raung adalah kalderanya yang berbentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 meter dan di dasar kaldera terdapat “kubah” yang sering menyemburkan asap bahkan api. Secara administratif gunung Raung berada diantara dua kabupaten, yaitu kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Gunung Raung mempunyai 4 jalur pendakian dan masing-masing jalur mempunyai puncak (titik tertinggi) tersendiri. Jalur Sumber Wringin, Bondowoso merupakan jalur termudah untuk mencapai puncak gunung. Titik tertinggi pada jalur ini ada disisi timur kaldera gunung Raung. Sedangkan jalur Stail, Glenmore dan Kalibaru berada di wilayah Banyuwangi dan masing-masing jalur ini mempunyai titik tertinggi yang saling berbeda (hanya beda beberapa punggungan).

Seperti objek-objek wisata petualangan yang lainnya, masing-masing jalur pendakian gunung Raung pun mempunyai tantangan khusus yang membuat para petualang untuk berkunjung ke gunung tersebut. Jalur yang paling sulit untuk dilalui yaitu jalur Kalibaru. Seperti ketiga jalur lainnya, pendakian gunung Raung lewat jalur Kalibaru pun tidak akan menemukan sumber air selama pendakian. Sumber air terakhir pada jalur Kalibaru ini terdapat di Pos I, dua jam perjalanan dari desa terakhir. Dan menurut beberapa kalangan, pendakian gunung Raung lewat jalur Kalibaru merupakan jalur terekstrim diantara gunung-gunung yang ada di Pulau Jawa dan kedua paling ekstrim jalur pendakian gunung di Indonesia. Continue reading