Recent Economic and Financial Indicators Report

Sarapan vagi inih….

Muslimah Metal Engineer Zone

Dear para WNI dimanapun Anda berada,

Saya lampirkan laporan ekonomi dan finansial negara-negara di berbagai belahan dunia. Tabel ini diambil dari majalah The Economist edisi cetak di Inggris tanggal 18 April 2015. The Economist adalah salah satu majalah berbasis ekonomi dan bisnis yang berkualitas di Inggris. Dengan harga per eksemplar Rp 100ribu, itu berarti dalam satu semester harga subscription-nya mencapai Rp 2,6 juta dan saya yakin nilai ini sama atau lebih mahal dari rata-rata biaya SPP per semester universitas negeri di Indonesia. Jadi, majalah ini gak level sama facebooknya Jonru atau website-website murahan yang dibuat berdasarkan pesanan orang. Majalah ini diperuntukkan untuk para eksekutif, pemerintah, atau organisasi internasional, bukan anak-anak kemarin sore yang bacaan sehari-harinya semacam “Udah Putusin Aja” atau buku-buku risalah pergerakan islami, atau malah 9gag.

the economist

Gambar 1. Economic and financial Indicators of several countries (Gambar hasil Scan)

Karena saya sekarang akan membicarakan mengenai kondisi umum Indonesia, maka saya…

View original post 1,224 more words

Advertisements

Menggapai Bivouac

B -3. Yak, 3 bulan menjelang selesainya masa cicilan down payment bivouac mungil kami, jadi harus sering konsultasi dengan Bu Erna. Beliau adalah salah satu pegawai Cipta Group bagian KPR. Berikut hasil konsultasi per Senin, 20 April 2015:

  1. R: Bisakah mengajukan KPR ke Bank lain selain BTN?
    E: Untuk saat ini tidak bisa, karena ada beberapa persyaratan yang belum bisa dipenuhi oleh Developer sehingga belum bisa diajukan untuk proses pemecahan sertifikat.
  2. R: Beberapa persyaratan? Maksudnya Bu?
    E: Iyak, karena masih banyak pembeli unit yang DP-nya belum lunas sehingga Developer belum bisa membuat list pembeli untuk dijadikan salah satu syarat pemecahan sertifikat dan pemilik sertifikat adalah siapa – siapa saja yang ada di list pembeli tersebut.
  3. R: Kalau bulan Agustus 2015 saya sudah akad kredit dan sertifikatnya masih induk, berapa lama proses pemecahan sertifikatnya?
    E: Bank memberi waktu paling lambat 18 bulan sejak akad kredit untuk memecahkan sertifikat.
  4. R: Kalau rumah sudah siap huni tapi masa cicilan DP belum lunas apakah bisa saya tempati?
    E: Bisa, jika rumah sudah siap huni, cicilan DP belum selesai (otomatis belum bisa KPR) maka Developer bisa serah terima dengan pembeli.
  5. R: Berapa biaya yang harus disiapkan untuk proses KPR?
    E: Rp 11.000.000 -an atau 8% dari plafon pinjaman ke Bank.
  6. R: Berapa bunga KPR di BTN umum?
    E: 12%
  7. R: Saat mengumpulkan dokumen persyaratan dokumen berstatus single, bisa kah dikemudian hari dirubah menjadi suami-istri untuk pengajuan KPR-nya?
    E: Bisa, asal semua dokumen yang menjelaskan suami-istri bisa dilengkapi secepatnya.

Kayaknya segitu dulu deh yang dituangkan disini. Nanti kalau ada perubahan akan di update disini.

*R: saiah dan E: Erna (Developer)