Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 1)


Lokasi Pulau MapurYups, pengajuin cuti nyangkul dari 28 Maret – 1 April 2014 pun approved oleh sang Bos. Iya, liburan kali ini akan saya manfaatkan untuk seruntulan ke salah satu pulau terluar di sisi timur Kepulau Riau. Sebut saja, Pulau Mapur yang masih masuk dalam wilayah kabupaten Bintan. Menurut kepri.travel, Pulau Mapur memiliki luas 4.400 meter persegi dengan jumlah penduduk sekitar 267 KK. Di sisi Utara, perairannya berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Malaysia, sisi Selatan berbatasan dengan Kelong sedangkan di sisi Barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Kijang. Sejak tahun 2006, pemerintah telah mengembangkan perairan Pulau Mapur sebagai kawasan konservasi terumbu karang, yang fokus pada pemeliharaan biota bawah laut.

Seruntulan kali ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Jumat, 28 Maret 2014 pukul 09.30 wib saya dan Pansus pun berangkat dari Tiban untuk menuju pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Karena masing-masing membawa carrier, maka terpaksa harus menggunakan motor masing-masing. Dengan jarak 28,5 km waktu 45 menit kami habiskan untuk perjalanan Tiban – Tg Punggur dan setibanya di pelabuhan Tg Punggur, kami langsung mengarah ke area parkir inap motor. Seperti biasa, kami pun disambut oleh “kicauan” para petugas loket yang menawarkan jasa penyebrangannya. Tarif per orang untuk penyebrangan Tg Punggur – Tg Pinang seharga Rp 55.000 per orang + biaya peron sebesar Rp 2.000,-. Tiban - Punggur

Setibanya di pelabuhan Tg Pinang, Pansus langsung koordinasi dengan Agas yang sebelumnya sudah janjian untuk menjemput kami. Tiga puluh menit kemudian, adik-adiknya Agas menghampiri kami untuk melanjutkan perjalanan ke sekretariat Mahapala Umrah di Senggarang. Untuk mempercepat kami memilih untuk lewat kampung bugis. Iya, hanya diperlukan 15 menit untuk tiba di kampung bugis dengan menggunakan pompong dari pelantar 4. Tidak rugi pulak sih, karena biaya penyebrangannya hanya Rp 5.000,- per orang. Dari pelabuhan kampung bugis, kami dijemput juga oleh tim-nya Agas. DSC_0333

Setibanya di sekretariat Mahapala Umrah, list alat yang sudah kami bawa pun diserahkan ke Agas untuk cocokan dengan list mereka. Oh iya, tim seruntulan ke Pulau Mapur kali ini berjumlah 9 orang terdiri dari saya (Patuha – Jakarta), Pansus (Himpala Unrika – Batam), Wawan (Matepala Unpati – Ambon), Agas (Mahapala Umrah – Tg Pinang), Selo (Mahapala Umrah – Tg Pinang), Landak (Mahapala Umrah – Tg Pinang), Puji (Mapala Hang Tuah – Tg Pinang), Sanah (Mapala Hang Tuah – Tg Pinang) dan Jangkrik (Mapala Gunung Leuser – Kutecane). Sambil menanti yang lain belanja logistik, saya dan Pansus seruntulan ke “pedalaman” Senggarang. Lumayan juga sih bisa nengok patung-patung yang ada di film Kera Sakti.

Patung pemeran film kera sakti

Patung pemeran film kera sakti

(mungkin) buda rulai

(mungkin) buda rulai

Tangai Banyak RIbu

Tangai Banyak RIbu

Pohon Rumah

Pohon Rumah

Sabtu, 29 Maret 2014 pukul 10.16 wib kami bergerak menuju pelabuhan Kijang dengan menggunakan sepeda motor. Padahal jadwal keberangkatan kapal reguler Kijang – Mapur itu pukul 14.00 wib. Berangkat lebih cepat dengan harapan ada kapal nelayan yang bisa berangkat sebelum jam 2. Setibanya disana harapan pun buyar. Iya, mau nggak mau kita harus menumpang kapal reguler.

Tim seruntulan Mapur

Tim seruntulan Mapur

Oh iya, jadwal kapal penyebrangan Kijang – Mapur itu hanya ada di hari Selasa dan Rabu setiap jam 14.00 wib. Sedangkan Mapur – Kijang jam 07.30 wib. Kami menghabiskan waktu di kedai kopi dekat pelabuhan Kijang sambil menunggu kebarangkatan kapal dan membeli peralatan mancing dan spirtus yang masih kurang.

Pos Polisi Pelabuhan Kijang

Pos Polisi Pelabuhan Kijang

Kapal sandar di pelabuhan Kijang

Kapal sandar di pelabuhan Kijang

Ngupi2 disik

Ngupi2 disik

Yes, we're here.

Yes, we’re here.

Boarding time!!!!! pukul 14.22 kapal KM Bukit Intan mulai meninggalkan pelabuhan Kijang. Ya, muatan kapal pun jumlahnya mungkin seimbang dengan jumlah penumpang. Banyak bahan makanan, minuman, gas sampai ke sepeda motor yang memenuhi isi kapal. Warga masyarakat pulau Mapur yang kembali pulang sangat memanfaatkan untuk berbelanja segala macam kebutuhan pokok. Mungkin karena saat ini cuaca masih bersahabat sehingga kapal masih berani membawa belanjaan warga masyarakat pulau Mapur tersebut.

Di anjungan kapal KM Bukit Intan

Di anjungan kapal KM Bukit Intan

Take off position

Take off position

Enjoying

Enjoying

Muatan Kapal

Muatan Kapal

Sambil menikmati view dalam perjalanan dan mendengarkan informasi yang diceritakan oleh Agas, kami juga beberapa kali melihat A-GPS device untuk memastikan posisi kapal. Terlihat debu-debu jauh di daratan sana (kaki gunung Kijang) dan ternyata itu merupakan smelter yang digunakan untuk mengolah hasil eksplotasi bauksit yang tersebara banyak di daratan pulau Bintan.

Sharing

Sharing

I'm free, I'm free...

I’m free, I’m free…

Agas masih setia dengan sharing-nya

Agas masih setia dengan sharing-nya

Setelah banyak melakukan beberapa aktivitas dalam perjalanan, akhirnya mulai nampak pelabuhan / pelantar pulau Mapur. Ya, itulah pelantar pulau Mapur, ujar Agas. Tepat pukul 15.56 wib kapal pun merapat di pelabuhan / pelantar pulau Mapur. Pelabuhannya memang sangat kecil tetapi kondisi bangunannya masih kokoh.

Pemukiman penduduk pulau Mapur

Pemukiman penduduk pulau Mapur

Pelantar Pulau Mapur

Pelantar Pulau Mapur

Move, move, move!!!

Move, move, move!!!

Welcome to Mapur Island gapura itu sangat menarik untuk didokumentasikan. Tujuan selanjutnya adalah kediaman Pak RT. Ya, kawan-kawan sering singgah di rumah Pak RT walaupun hanya untuk laporan bahkan sampai menginap di rumah Pak RT. Jalan dari pelantar dan penghubung ke pemukiman terbuat dari konblok dan hanya selebar 2 sepeda motor yang berpapasan. Suasana di pulau Mapur seperti di pulau-pulau lainnya dan pastinya sebagain penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Ada yang sedang menyiapkan alat melaut, mengolah hasil tangkapan laut dan aktifitas lainnya.

Welcome to Mapur Island

Welcome to Mapur Island

Perjalanan ke rumah Pak RT

Perjalanan ke rumah Pak RT

Seronoknyeu si Matahari

Seronoknyeu si Matahari

Hanya berjalan kaki 10 menit yang dibutuhkan untuk sampai di rumah Pak RT. Assalamualaikum…., ucap kami dan salam pun berbalas oleh Istri Pak RT dan tetangganya yang sedang “mengedem” dibawah pohon mangga depan rumah Pak RT. Sesuai dengan rencana, di rumah pak RT kami hanya laporan dan kemudian melanjutkan perjalanan ke pantai Larang. Jadi, Agas pun langsung bertanya ke Istri Pak RT, Pak RT kemana kak? Ooooo, tadi sih masih di pelantar kat sane. Kejap kakak telepon ye, ujarnya. Sambil menunggu Pak RT cek GPS ah, ternyata rumah Pak RT ada di latitude 1.002094 & longitude 104.795889.

Rumah Pak RT

Rumah Pak RT

Iyak, kita disini.

Iyak, kita disini.

Rest area

Rest area

Dedek...

Dedek…

Akhirnya muncul juga Pak RT, dan ternyata memang sesuai dengan cerita kawan-kawan kalau Pak RT-nya masih mudah dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai RT termuda se-Kepri. Hanya sampai pukul 16.24 wib kami ngobrol-ngobrol dengan beliau, pamit dan malam terakhir kami janji untuk bermalam di rumahnya.

Pak RT

Pak RT

Target selanjutnya adalah berjalan kaki ke pantai Larang. Iya, masyarakat pulau Mapur menyebutnya pantai Larang karena di depan pantai tersebut terdapat pulau Larang. Dan sekolah menjadi post istirahat kami sekalian mengambil air untuk kegiatan 2 hari kedepan. Jalan dari rumah pak RT sampai sekolah sudah beralaskan batu konblok dan dari sekolah sampai ke pantai Larang masih jalan setapak (tanah). Pukul 16.39 wib kami sudah sampai di sekolah. Posisi sekolah ada di latitude 1.007281 & longitude 104.803136 sedangkan sumur berada di latitude 1.007342 & longitude 104.803122.

Perjalanan dari rumah Pak RT ke Sekolahan

Perjalanan dari rumah Pak RT ke Sekolahan

Pohon kelapa

Pohon kelapa-nya seronok

Persiapan upacara...

Persiapan upacara…

Sumur

Sumur

Perjalanan dari sekolah sampai ke pantai Larang melewati hutan dan sebagian sepertinya dimanfaatkan oleh penduduk untuk menanam pohon kelapa dan tumbuhan lainnya. Butuh waktu 90-an menit untuk sampai di pantai Belakang yang sering dikunjungi oleh penduduk setempat untuk berlibur dan posisi pantai belakang ada di latitude 1.026667 & longitude 104.809858. Pancaran sinar matahari yang akan tenggelam itu membuat indah view dalam perjalanan. Dari pantai Belakang kami menyusuri pantai untuk memudahkan/mempercepat perjalan ke pantai Larang.

Pulang sekolah :))

Pulang sekolah :))

Jalan setapak

Jalan setapak

Dek, tungguin babang Dek

Dek, tungguin babang Dek. Babang lelah Dek.

Iya Dek, babang terok kali poon.

Iya Dek, babang terok kali poon.

Savana-nya Mapur

Savana-nya Mapur

Iya, savana.

Iya, savana.

Kelape tunggel

Kelape tunggel

Tungguin babang....

Tungguin babang….

Dedek, nak bawa carrier babang keh?

Dedek, nak bawa carrier babang keh?

Pantai Belakang

Pantai Belakang

Susur Pantai

Susur Pantai

Masih di pantai belakang

Masih di pantai belakang

Kejap sikit dek, babang nak nikmatin pasir tepungnye

Kejap sikit dek, babang nak nikmatin pasir tepungnye

nge-rest dulu yaak Dek. Iyak, babang.

nge-rest dulu yaak Dek. Iyak, babang.

Besok jumpe lagi yak Matahari

Besok jumpe lagi yak Matahari

Subhanallah

Sisaan sunset

TARAAAAA, akhirnya kami sampai juga di Pantai Larang. Lepas baju yang sudah basah dengan keringat, letak carrier yang penuh dengan air mineral, duduk sejenak sambil menikmati view Pantai Larang (latitude 1.016 & longitude 104.82165). Hanya menghabiskan waktu 50 menit untuk perjalanan dari Pantai Belakang ke Pantai Larang. Bongkar carrier dan cari spot untuk mendirikan tenda dan yang lainnya menyiapkan peralatan masak untuk memasak makanan makan malam. Seharusnya untuk makan malam, kami sudah memasak nasi dan membeli lauk di sekitaran rumah Pak RT agar sedikit menghemat air mineral. Tapi, tak apa lah 😉

Camp area pantai larang

Istirahat sejenak

Camp area

Camp area

makan malam

makan malam

Dan seperti yang diceritakan oleh kawan-kawan, serangga agas sangat banyak dan mengganggu. Ambil sarung tangan, kaos kaki, sarung bag untuk melindungi dari serangan agas. Lumayan lah untuk meminimalisir sengatan agas. Malam hari-nya kami isi dengan kegiatan mancing di bibir pantai Larang. Ikan pari, ikan selar dan ikan lain-lainnya pun langsung kami bakar dan MANGSTRAAAAAAB….

Dedek sedang ngontrol pancingan babang

Dedek sedang ngontrol pancingan babang

Mancing sampe pagi

Mancing sampe pagi

Iyak, walaupaun hanya di tepi pantai, tapi ikan yang kami dapatkan cukup banyak. Sudah dipastikan karena beberapa meter dari tepi pantai terdapat terumbu karang yang menjadi tempat ikan berkumpul.

Good night Pantai Larang…..

Snorkeling Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 2)

 

 

Advertisements

One thought on “Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 1)

  1. Pingback: Pulau Mapur: Satu Pulau dari Bintan yang Menarik Untuk Dikunjungi - Travelmate Kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s