AHOK DAN INFRASTRUKTUR


Ini baru kritik yang betul

Marco Kusumawijaya

Masa Ahok setolol ini, argumen-nya tidak masuk akal. Atau dia dibohingi orang PU?

Lalu Jokowi diam saja? Setahu saya Joko sudah lebih pintar karena sebelumnya ada perdebatan yang dia ikuti, tapi memang tidak diikuti Ahok.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/07/25/13092981/Di.Hadapan.Menteri.PU.Ahok.Klarifikasi.Penolakan.Proyek.Enam.Tol.Saat.Pilkada

Hebatnya lagi, keputusan Ahok ini menyangkali keputusan Jokowi di tengah-tengah proses partisipatif (Public Hearing) yang dilakukan bersama-sama dengan kehadiran PU, tahun lalu. Apakah lalu proses itu tidak berarti sama sekali? Suatu pertemuan dan kesimpulan publik yang diingkari seenaknya itu artinya: Anti-Demokrasi, diktatorial (Orde Baru).

Saya tahu Asian Games akan digunkan sebagai pendorong pembangunan infrastruktur. Tetapi soalnya bukan hanya asal jumlah infrastruktur, melainkan jenis dan kualitas infrastruktur, terutama untuk mengantar Jakarta menuju masa persaingan ekologis. Tanpa infrastruktur yang ekologis, Jakarta malah akan ketinggalan dalam hal daya saing, makin macet, makin tidak efisien, dalam jangka menengah malah tidak efektif. Ketika Capetown menjadi tempat Piala Dunia (Tahun …?) ia juga membangun infrastruktur transportasi, tapi bukan jalan tol…

View original post 327 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s