Mengapa Panik dengan BBM ?

Dongeng Geologi

Paling tidak ada dua hal penting dalam soal subsidi BBM ini yaitu pembatasan volume (46 juta kilo liter) dan pembatasan jumlah subsidi (rupiah). Perhitungan Pertimina, jatah kuota premium akan habis 20 Desember dan solar bersubsidi habis 5-6 Desember. Saat ini Pemerintah sedang melakukan ‘uji coba’ membatasi “volume”, dan kita lihat dampaknya, yaitu timbul kepanikan di berbagai tempat. Issue kelangkaan BBM menjadi momok bagi pengguna.

Kenapa ?

Utamanya tidak adanya (minimnya) transportasi umum yang tersedia. Ini menjadikan rakyat berusaha melakukan aktifitas BBMtransportasi secara mandiri dan memastikan aktifitasnya tidak terganggu. Setelah memiliki motor atau mobil pribadi maka salah satu langkah selanjutnya mengisi tangkinya penuh, bahkan mungkin mengisi jerigen dirumahnya. Tentusaja BBM yang beredar dimasyarakat menjadi semakin besar. Pada kondisi normal memiliki cadangan bensin setengah tangki di motornya sudah merasa aman. Sebenarnya pemerintah hanya mengurangi 5% saja tetapi kepanikan menimbulkan seolah dipasaran berkurang 25% atau lebih. Padahal sebenernya BBM ada di tangki masing-masing.

View original post 235 more words

Menaikkan harga BBM kenapa harus takut ?

Iya, kenapa harus takut?

Dongeng Geologi

politician[1]Jokowi ngga perlu takut dalam soal BBM ini. Apabila SBY tidak mau menurunkan BBM pada mas pemerintahan kali ini, ada cara politis supaya popularitasnya tidak terganggu :

  1. Angkat Kabinet dari kalangan professional. Sesuai janji kampanye yang menyatakan akan mengangkat para professional, saya yakin popularitas meningkat atau paling tidak tetap. Siapa tahu pendukung lawannya akan menyeberang. Sambil manggut-manggut.
  2. Naikkan BBM setinggi mungkin, artinya sesuai harga keekonomian. Dengan membuat alasan yang logis misalnya dengan menyatakan,: “Langkah ini akibat kesalahan pemimpin sebelumnya yang salah dan tidak benar dalam melakukan perhitungan dan pemanfaatan migas selama ini. Sehingga saat ini BBM terpaksa harus dinaikkan untuk menyelamatkan negara. Harus disadari ini kemungkinan akan terjadi chaos, kacau atau rame karena kebijakan menaikkan BBM merupakan tindakan tidak populer. Tetapi alihkan atau supply BBM untuk luar jawa segera. Supaya luar jawa merasakan bahwa sekarang BBM juga dikirimkan ke luar jawa.
  3. Bila terjadi kekacauan berketerusan, Lakukan Reshuffle Kabinet menjadi…

View original post 195 more words

Bicara BBM dan Energi yang REALISTIS saja.

Sepakat dengan “ALIHKAN SUBSIDI BBM PADA PERBAIKAN TRANSPORTASI UMUM SEGERA.”

Dongeng Geologi

Hampir semua yang dituangkan dalam pembicaraan/diskusi energi maupun berita di koran masih lebih banyak soal “snapshot” saat ini, atau impian jauh kedepan. Saat ini (sebagian rakyat) sedang panik karena munculnya issue energi ini, drama kelangkaan BBM disorot oleh media menjadi santapan berita. Disisi lain memimpikan pengembangan energi terbarukan yang dampak serta manfaatnya diperoleh setelah 10 tahun atau lebih. Artinya keduanya berbicara dalam dua titik ekstrim. Yang satu mudah dipolitisir, yang satu sarat ilmiah “scientific” tetapi melambung diangkasa tidak menyentuh bumi, khusunya bumi para politisi yang membutuhkan “nama/popularitas”, terutama untuk 5 tahun kedepan.

Langkah realistis adalah ALIHKAN SUBSIDI BBM PADA PERBAIKAN TRANSPORTASI UMUM SEGERA. Salah satu yang “doable” adalah menambah armada bus kota / busway untuk di Jakarta. Juga kota-kota besar lainnya. Penambahan MRT bussway ini pembangunan jalannya hanya memerlukan wakyu 1-2 tahun saja. Saya yakin dampaknya terlihat dalam 3 tahun kedepan dan akan menentukan “popularitas” pada tahun…

View original post 179 more words

Bayar Pajak Tahunan Motor di Samsat Batam

Saking fokusnya dengan persiapan mudik (perburuan tiket murah) eh pajak tahunan motor pun kelupaan, alhasil lewat sudah batas waktu terakhir pembayaran pajak. Hanya terlambat kurang dari 1 bulan sih.

STNK, BPKB dan KTP yang asli pun sudah saya siapkan sebagai persyaratan umum dalam pembayaran pajak tahunan kendaraan. Setibanya di samsat Batam Center, saya langsung mengambil nomor antrian di meja yang terdapat mesin pencetak nomor antrian dan selalu dijaga oleh petugas. Petugas said: silahkan menunggu ditempat yang telah disediakan dan nanti akan dipanggil sesuai dengan nomor antriannya yak Pak. Iyak, kak.

Karena hanya 3 nomor antrian, petugas pun menginstruksikan untuk langsung baris untuk antri di loket pertama (paling kanan). Tidak sampai 5 menit saya pun sudah bisa berhadapan dengan petugas loket. Ternyata di loket pertama hanya melakukan pencatatan regitrasi pendaftaran. Ternyata, disini tidak perlu menyerahkan foto copy-an  STNK, BPKP dan KTP apabila sudah membawa STNK, BPKP & KTP asli. Berbeda dengan di Jakarta yang wajib menyerahkan foto copy-an STNK, BPKB dan KTP.

Selanjutnya digeser ke loket kedua untuk proses input data by sistem dan STNK pun mulai diambil oleh petugas. Dan petugas diloket kedua menyerahkan nota dan memberi arahan untuk melakukan pembayaran di loket ketiga (kasir). Pembayaran di kasir selesai, saya kembali ke tempat duduk untuk menunggu dipanggil oleh petugas loket terakhir untuk pengambilan STNK. Iyak, tidak sampai 2 menit saya sudah dipanggil.

Selesai membayar pajak tahunan kendaraan, saya menghampiri mesin / lcd touch screen untuk ikutan pooling kepuasan pelayanan kantor samsat Batam Center. Jadi, ternyata mudah lho membayar pajak kendaraan tanpa harus menggunakan pihak ketiga (calo).

Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 3)

Senin, 31Maret 2014

Menurut pengakuan Agas sih, view sunrise dari pantai Larang seronok lho. Ya, alhasil kami pun memaksakan bangun dari tidur lebih pagi hanya untuk menyaksikan sunrise.

Sunrise di pantai Larang

Sunrise di pantai Larang

Aktivitas yang kami lakukan di hari ketiga hampir sama dengan hari ke dua. Bedanya hanya tidak ada tim yang mengambil air, karena Puji sudah mengambil air yang cukup sampai siang ini. Selesai mengisi perut tentunya kami langsung snorkeling / bekarang lagi. Iya, target kami disini harus muntah gegara snorkeling. Puas-puasin snorkeling mumpung masih ada waktu sampai jam 2 siang karena hari ini adalah hari terakhir kami di pantai Larang.

swimming, snorkeling on the beach every time

swimming, snorkeling on the beach every time

Pantai sih kotor tapi lautnya coy, buening

Pantai sih kotor tapi lautnya coy, buening

Hasil tangkapan rangeu & kima

Hasil tangkapan rangeu & kima

Melihat teriknya matahari makin memperkuat rasa malas untuk packing. Kurang lebih pukul 14.00 wib kami sudah selesai packing, semua perlengkapan dan alat yang kami baca sudah dipastikan masuk ke dalam carrier dan daypack. Sedih juga sih harus segera balik ke rumah Pak RT, padahal kami belum ada yang muntah lho. Mudah-mudahan next time kami bisa berkunjung kesini lagi dan dengan durasi waktu yang lebih lama. AMIIIIIIIIIIIIIIN…

selesai juga packing-nya

selesai juga packing-nya

Jalur pulang ke rumah Pak RT berbeda dengan jalur keberangkatan. Hal ini dipilih karena untuk penghematan tenaga. Iya, jika memilih jalur yang sama dengan jalur keberangkatan sangat membutuhkan banyak tenaga untuk susur pantai (naik-turun batu tepi laut). Berbeda jika lewat jalur pulang yang kami pilih. Jalannya full jalan setapak, hanya akan menemui jalur yang naik-landai-turun untuk melewati beberapa bukit. Pertimbangan lainnya adalah untuk merasakan kedua jalur untuk menuju pantai Larang dari rumah Pak RT.  Continue reading

Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 2)

SEMANGAT PAGI MAPUR……

Perarian pantai Larang

Perarian pantai Larang

Walaupun hari sudah pagi tapi serangga agas masih saja berkeliaran dan menghinggapi tubuh. Ternyata Agas masih mancing dan ditemani oleh dedek Landak. Puji pun terbangun dan segera cek lokasi tandon air yang ada disekitar camp area. Menurut GPS, lokasi tandon air ada di latitude 1.015892 & longitude 104.821461 yang artinya hanya berjarak 18.2 m dari tenda. Kabar buruk tak bisa disembunyikan oleh Puji. Iya, ternyata tandon tidak ada airnya alias kering karena musim kemarau panjang. Akhirnya, Puji dengan baik hati akan mengambil air ke sumur yang ada di sekolah. Jauh memang tapi mau tidak mau harus ambil air disana. Tak tau lagi lah kalau tak ada babang Puji yang nak ambek air kat prigi sekolah sane.

kami punya hotel

kami punya hotel

Sementara itu, dedek Sanah sudah menyiapkan sarapan dan berkolaborasi sama dedek Landak. Memang lah, dedek-dedek ini baik kali sama babang-babang nih. Baik kali pooooooooooooooooooon, ujar dedek-dedeknye. Selesai sarapan kami langsung menyiapkan snorkeling gear untuk nengokin terumbu karang dan ikan yang ada di perairan pantai Larang. Padahal masih jam 7.32 wib lho, mungkin bagi sebagian orang jam segitu masih kepagian untuk ber-snorkeling ria (bekarang). Bagaimana caranya  menuju spot snorkeling? Naik kapal pompong lagi kah? Tidak, kami cukup dengan renang beberapa meter dari bibir pantai, kami sudah menenukan terumbu karang yang masih bagus.

Spot Snorkeling

Spot Snorkeling

Mari bekarang

Mari bekarang

Time to bekarang dan matahari perlahan naik

Time to bekarang dan matahari perlahan naik

Air laut memang masih terasa dingin karena matahari belum nampak betul. Air lautnya pun belum terlihat bening karena masih minimnya sinar matahari. Tapi tak ape lah, yang berkarang waaaaaay. Karena belum punya alat yang bisa ngambil gambar di dalam air, jadi hanya bisa menikmati view dengan mata saja. Selesai berkarang, Puji pun belum tiba dari ngambil air padahal waktu di jam tangan kami sudah di angka 9 lho. Survival mode on….. Berjalan ke arah pantai Belakang untuk memetik kelapa, karena disekitaran pantai Larang pohon kelapanya tidak berbuah. Continue reading

Snorkeling kat Pulau Mapur, Bintan – Kepulauan Riau (Hari 1)

Lokasi Pulau MapurYups, pengajuin cuti nyangkul dari 28 Maret – 1 April 2014 pun approved oleh sang Bos. Iya, liburan kali ini akan saya manfaatkan untuk seruntulan ke salah satu pulau terluar di sisi timur Kepulau Riau. Sebut saja, Pulau Mapur yang masih masuk dalam wilayah kabupaten Bintan. Menurut kepri.travel, Pulau Mapur memiliki luas 4.400 meter persegi dengan jumlah penduduk sekitar 267 KK. Di sisi Utara, perairannya berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Malaysia, sisi Selatan berbatasan dengan Kelong sedangkan di sisi Barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Kijang. Sejak tahun 2006, pemerintah telah mengembangkan perairan Pulau Mapur sebagai kawasan konservasi terumbu karang, yang fokus pada pemeliharaan biota bawah laut.

Seruntulan kali ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Jumat, 28 Maret 2014 pukul 09.30 wib saya dan Pansus pun berangkat dari Tiban untuk menuju pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Karena masing-masing membawa carrier, maka terpaksa harus menggunakan motor masing-masing. Dengan jarak 28,5 km waktu 45 menit kami habiskan untuk perjalanan Tiban – Tg Punggur dan setibanya di pelabuhan Tg Punggur, kami langsung mengarah ke area parkir inap motor. Seperti biasa, kami pun disambut oleh “kicauan” para petugas loket yang menawarkan jasa penyebrangannya. Tarif per orang untuk penyebrangan Tg Punggur – Tg Pinang seharga Rp 55.000 per orang + biaya peron sebesar Rp 2.000,-. Tiban - Punggur

Setibanya di pelabuhan Tg Pinang, Pansus langsung koordinasi dengan Agas yang sebelumnya sudah janjian untuk menjemput kami. Tiga puluh menit kemudian, adik-adiknya Agas menghampiri kami untuk melanjutkan perjalanan ke sekretariat Mahapala Umrah di Senggarang. Untuk mempercepat kami memilih untuk lewat kampung bugis. Iya, hanya diperlukan 15 menit untuk tiba di kampung bugis dengan menggunakan pompong dari pelantar 4. Tidak rugi pulak sih, karena biaya penyebrangannya hanya Rp 5.000,- per orang. Dari pelabuhan kampung bugis, kami dijemput juga oleh tim-nya Agas.  Continue reading