Eksplor Pulau Benan, Lingga, Kepulauan Riau


Pulau Benan, Lingga

Pulau Benan, Lingga, Kepulauan Riau

Apa yang ada dipikiran kamu apabilan membaca dua kalimat: Kepulauan Riau ? Yup, suatu wilayah yang terdiri dari beberapa pulau. Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi di bagian barat Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Bicara kepulauan pasti beberapa pulau yang menyimpan keindahan bahari.

Iya, Pulau Benan merupakan salah satu pulau di wilayah Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau yang mempunyai potensi wisata bahari. Konon katanya, disana juga masih terdapat terumbu karang yang sangat indah. Pulau Benan terdapat di tenggara Dabo, ibukota kabupaten Lingga.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat informasi paket wisata Tour De Benan seharga Rp 150.000,- / orang yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga. Sangat murah kan? Pastinya, karena kegiatan tersebut disubsidi oleh pemda setempat.

Jum’at, 31 Mei 2013 saya sudah checklist barang apa saja yang akan dibawa. Mulai dari GPS, camera pocket, charger, masker, snorkel, dry bag, daypack, pakaian, alat mandi, sun block dan beberapa makanan ringan.

Montoran

Montoran

Tepat pukul 8.00 hari Sabtu, 1 Juni 2013 kami mulai bergerak menuju pelabuhan Tanjung Punggur dengan menumpang sepeda motor yang telah berusia 20 tahun itu. Sedikit melipir dulu ke arah Batam Center untuk beli koran Batam Pos edisi minggu lalu. Lanjut, sampai di SPBU KDA kami mampir untuk “nyetok” rupiah demi memenuhi keperluan alat jual beli disana. Karena sudah dipastikan disana tidak terdapat mesin ATM.

PLTU

PLTU

Beberapa ratus meter dari pelabuhan Tanjung Punggur tak lupa kami mengambil gambar dengan background pembangkit listrik tenaga batu bara.

Yaaaa, dianggap lumayan deh hasil gambarnya. Tepat pukul 9.20 wib kami tiba di pelabuhan Tanjung Punggur. Karena belum pernah menginapkan sepeda motor disana, so pasti kami sempat bingung parkir inap motor ada disebelah mana.

Ketemu parkiran motor, nyantolin helm dan langsung dikasih karcis parker + harus bayar dimuka. Berjalan kearah pintu masuk pelabuhan para penjaga loket pun saling berteriak untuk menawarkan tiket dengan masing-masing perusahaannya. Mampir ke loket retribusi pelabuhan untuk bayar 2 orang (tapi lupa berapa ya biaya retribusi per orangnya).

Pelabuhan Tg Punggur

Pelabuhan Tg Punggur

Walaupun baru pertama kali masuk pelabuhan Tanjung Punggur (padahal udah 14 bulan hidup di Batam) kamu pun belagak tau aja. Celingak-celinguk nampaknya masih belum dating peserta tour de Benan yang lainnya.

Makin siang makin ramai peserta trip nya cuy. Tapi kok sudah jam 10 siang belum ada tanda-tanda dari panitia untuk sekedar briefing atau apa kek. Gelisah melanda beberapa peserta trip karena sampe jam 11.30 pun belum ada penampakan kapal dan pastinya PIC Tanjung Punggur pun gak bisa dihubungi. Setelah telepon Amril PIC Tanjung Pinang ternyata beliau juga kaget kalau rombongan Tanjung Punggur belum dijemput kapal. Akhirnya dapat kabar yang pasti dari beliau kalau kapal untuk jemput kita itu rusak dan sekarang lagi diperbaiki kerusakanya. Curiga saya sih kapal untuk jemput rombongan Tanjung Pinang dan Tanjung Punggur Cuma 1.

Speed Boat

Speed Boat

Angka di jam tangan udah bertuliskan 12.35 yang artinya udah molor 2,5 jam. Kapal pun muncul dan pasti saling berebutan masuk (pesertanya over kuota). Langsung sempal-sempil dan dapat tempat duduk di bagian depan. Sepintas kursi penumpangnya mirip kuris bus AC yang berkeliaran di Jakarta.

Nangkring di atap

Nangkring di atap

Duduk manis, merem sejenak dan melek lagi. Nengok jam tangan udah jam 14.22 wib aja. Jalan-jalan ke bagian belakang kapal, ternyata di bagian paling belakang ada tempat duduk tanpa AC. Dan dibelakangnya lagi ada tangga, pas ditengok ke atas waaah ternyata banyak juga orang-orang yang duduk di atas sambil nikmatin kepulauan Riau secara langsung. Tentunya kami pun ikutan nangkring diatas.

Mejeng di atap speed boat

Mejeng di atap speed boat

Menurut GPS pulau Benan udah nampak ada di depan mata. Jam 15.00 wib kapal yang kami tumpangi bersandar di pelabuhan pulau Benan. Sewot campur penasaran dengan sambutan dari penyelenggara. Lanjut aja lah langsung ngacir duluan ke tempat keramaian (panggung di tepi pantai).

Pelabuhan Pulau Benan

Pelabuhan Pulau Benan

Pos pantau TNI AL

Pos pantau TNI AL

Welcome to Benan Island

Welcome to Benan Island

Sambutan Penduduk Pulau Benan

Sambutan Penduduk Pulau Benan

Langsung ambil piring, nasi, lauk dan air mineral. Sendok pun habis, hajar blay make tangan langsung. Selesai makan langsung berburu buah kelapa. Kenyang perut tapi sewot hati masih ada. Udah lah ini kan mau liburan sewotnya entar-entaran lagi.

Home stay pak Sabran

Home stay pak Sabran

Diantar kami ke kediaman Pak Sabran tanpa banyak ngobrol karena masih sewot (loh katanya sewotnya udahan?). Sesampainya di rumah Pak Darmawan (081277027704) kamu langsung nyiapin diri untuk snorkeling. Penasaran banget kayak mana sih biota lautnya.

Snorkeling

Snorkeling

Pantai Pulau Benan

Pantai Pulau Benan

Pantai Pulau Benan

Pantai Pulau Benan

Spot snorkeling garus hijau

Spot snorkeling garus hijau

Daftar di meja snorkeling, ambil life jacket dan langsung aja ngacir ke perahunya. Spot pertama udah di eksplor pindah ke spot yang kedua, kurang lebih Cuma 30 menit kami eksplornya dan  kesimpulan saya karang-karang nya masih bagus di Pulau Abang. Karang disini sudah banyak yang tertimbun pasir, mungkin akibat arus bawahnya kuat.  Atau mungkin guide kami yang keliru ngasih spot yang kurang bagus.

Tapi tak apa lah, walaupun karangnya nggak begitu bagus setidaknya kami pernah menginjak Pulau Benan dan eksplor biota laut di perairannya. Kami pun kembali ke home stay untuk mandi dan gani pakaian. Waktu sudah menunjukan jam 17.44 wib.

Lepas magriban sekitar jam 7 an malem kami meluncur lagi ke panggung acara lewat jalan yang beda dari tadi pulang. Jalan yang dilewatin malam itu yang kanan-kiri nya masih hutan/kebon. Gak ada rumah penduduk, gak ada kehidupan manusia dalam radius 50 meter kanan-kiri dari jalan. Jalannya sih cuma muat 2 motor jadi kebayang lah lebar jalannya semana.

Setibanya di panggung kamu langsung merapa ke meja makan untuk ngumpanin cacing-cacing yang ada di perut. Selesai makan acara pun dilanjut, ada karoke dan joget dangkong. Iya, joget dangkong merupakan budaya dari masyarakat setempat.

Jam 11 malem kami putuskan kembali ke home stay untuk istirahat. Ngambil wudhu, isya-an, merem dah. Rencana bangun besok pagi jam 5 untuk nikmatin mentari pagi. Namun apa daya bangunnya sih emang tetep jam 5 tapi bengongnya sampe jam 6. Buru-buru subuhan dan jam 6.10 kami pun baru keluar home stay.

Mentari Pagi

Mentari Pagi

Semangat Pagi Pulau Benan

Semangat Pagi Pulau Benan

Katanya sih siluet

Katanya sih siluet

Target pagi sampai siang ini yaitu ke Sumur Prigi Berani dan Batu Gajah.

Berjalan terus menyusuri pantai sambil menikmati cahaya matahari yang malu-malu menampakan diri. Pada pukul 6.44 pun kami tiba di Sumur Prigi Berani. Pikiran saya yang namanya sumur itu paling kecil bediameter 1 meter eh ternyata sumur yang ini Cuma sebesar buah kelapa.

Penampakan Sumur Prigi Berani

Penampakan Sumur Prigi Berani

Kenapa disebut sebagai sumur prigi berani, karena menurut Pak Sabran karena jarak sumur / sumber air tawar berbatasan langsung dengan pantai. Makanya sebagian penduduk setempat menyebut sumur itu prigi berani yang kurang lebih artinya pergi berani ke laut (aliran air tawar dari sumur itu mengarah ke laut).

Sumur Prigi Berani

Sumur Prigi Berani

Sumur Prigi Berani

Sumur Prigi Berani

View dari Sumur Prigi Berani

View dari Sumur Prigi Berani

Jam sudah menunjukan angka 6.50 dan kami langsung meluncur ke Batu Gajah. Lewat jalan/rute/pantai yang sama perjalanan ke Batu Gajah membutuhkan waktu 55 menit (termasuk istirahat sambil sarapan sih / 10 menit).

TPK bukan TPU

TPK bukan TPU

Tepat jam 7.55 win kami mendarat di Batu Gajah. Oooo, memang dari kejauah secara kasat mata batu tersebut menggambarkan seokor gajah yang sedang berdiri. Mungkin karena itu batu tersebut sampai sekarang disebut dengan Batu Gajah.

Batu Gajah

Batu Gajah

Batu Gajah

Batu Gajah

Mau lanjut ke batu yang katanya berlafadzkan Allah tapi TTM (tiba-tiba malas). Iya kami putuskan untuk pulang ke home stay, mandi, packing dan pulang.

Pamit dengan keluarga pak Sabran

Pamit dengan keluarga pak Sabran

Good bye home stay

Good bye home stay

Jam 10.20 wib kami pamit ke Pak Sabran, istri dan anak untuk pulang ke Batam. Tak lupa kami ngasih uang terimakasih ke Pak Sabran, ya walaupun cuma 100 ribu setidaknya sedikit berguna bagi mereka.

Masdji An Nur

Masdji An Nur

Rumah Pesisir

Rumah Pesisir

Sejenis Kelong

Sejenis Kelong

Hati-hati Dek

Hati-hati Dek

Sebenarnya jadwal keberangkatan kapal ke Tanjung Punggur itu jam 13.00 wib. Iya itung-itung eksplor yang searah ke pelabuhan. Selesai jeprat-jepret, kami melipir lagi ke kedai untuk makan mie rebus sambil ngeteh.

Take off position

Take off position

Posyandu

Posyandu

Gapura selamat datang

Gapura selamat datang

Jembatan arah pelabuhan

Jembatan arah pelabuhan

Masih ada Merah Putih disana

Masih ada Merah Putih disana

Dipinggiran pelabuhan

Dipinggiran pelabuhan

Jalur kapal laut

Jalur kapal laut

Spot yang kami kunjungi

Spot yang kami kunjungi

Disini lah akhir perjalan eksplor pulau Benan. Mudah-mudahan kami bisa kembali lagi ke pulau ini untuk berlibur lagi. Good bye Benan Island.

Kesimpulan:

  1. Pulau Benan menjadi icon wisata bahari kabupaten Lingga. Pasir putih masih menghiasi bibir pantainya.
  2. Uang retribusi yang ditarik dari wisatawan sebagian disetorkan ke kas pemerintah kabupaten dan sebagian lagi dikelolah oleh masyarakat setempat.
  3. Sangat kurang sekali tempat sampah, sehingga wisatawan mau tidak mau ya buang sampah sembarangan.
  4. Masyarakat pulau Benan rata-rata mata penchariannya melaut dan berkebun. Apalabila ada wistawan yang berkunjung ke pulau Benan maka menjadi nilai tambah karena wisatawan akan menukarkan rupiahnya untuk keperluan berlibur disana.
  5. Tidak ada papan informasi mengenai objek-objek wisata yang ada di pulau Benan.

2 thoughts on “Eksplor Pulau Benan, Lingga, Kepulauan Riau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s