Store Procedure dan Trigger. Benda apaan lagi tuh???

“Ya Allah, berilah selalu hambaMu semangat dalam bekerja, semangat dalam belajar dan semangat dalam beraktivitas sehingga hambaMu dapat dengan mudah mengembangkan pengetahuan”.

Kalimat pembuka di atas merupakan salah satu doa yang saya mohon kepada Allah SWT disetiap setelah shalat. Iya, dalam setiap aktivitas pasti mempunya value yang bisa saya ambil. Walaupun saya belum pernah mengimplementasikan Store Procedure dan Trigger pada database tapi setidaknya saat ini saya sedang mempelajari dan akan mengimplematasikan hasil dari pembelajaran tersebut.

Database

Database

STORED PROCEDURE

Stored Procedure adalah kumpulan perintah SQL yang diberi nama dan disimpan di server. Stored Procedure biasanya berisi perintah-perintah umum yang berhubungan dengan database pada server, dan menghasilkan sekumpulan record. Stored Procedure ditulis dalam bentuk sebuah script.

Stored Procedure akan meningkatkan performasi database, meningkatkan sekuritas database. Performasi ditingkatkan melalui pemakaian tempat penyimpanan lokal (lokal terhadap database), program yang telah terkompilasi terlebih dahulu, dan pemakaian cache. Setiap kali sebuah perintah atau Stored Procedure dikirimkan ke server untuk diproses, server harus menentukan apakah dikirimkan ke server untuk diproses, server harus menentukan apakah pengirim mempunyai hak untuk menjalankan perintah tersebut dan apakah perintah tersebut benar, Setelah hak dan perintah diperiksa dan benar, SQL Server akan membuat rencana eksekusi.
Stored Procedure lebih efisien dari perintah biasa, karena procedure disimpan si server pada saat dibuat dan dijalankan di server. Stored Procedure yang berisi sekumpulan perintah Transact-SQL akan dipanggil oleh sebuah perintah Transact-SQL.
Sebelum Stored Procedure dibuat, sintaks penulisan perintah dicek kebenarannya. Jika tidak Error, nama procedure disimpan di tabel SysObjects dan teksnya disimpan di tabel SysComments. Pertama kali Stored Procedure dijalankan, rencana eksekusi dibuat dan Stored Procedure dikompilasi. Pemrosesan berikutnya akan lebih cepat, karena SQL Server tidak perlu mengecek sintaks dan membuat rencana eksekusi atau mengkompilasi procedure.

Sekali Stored Procedure dibuat, Anda dapat memanggilnya pada saat diperlukan. Cara ini meningkatkan modularitas dan memungkinkan pemakaian ulang sebuah program. Pemakaian ulang program akan memudahkan pemeliharaan sebuah database. Jika aturan bisnis berubah, Anda hanya perlu mengubah Stored Procedure, sedangkan pemanggilannya tetap. Continue reading

Advertisements