Pemimpin Yang Harus Dicontoh Indonesia (part 2)


Teladan Kedua : Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri Karena Tsunami Jepang
Ini tidak kalah mencengangkan. Seorang Perdana Menteri dengan suka relah lengser dari Jabatannya hanya kerana terjadi bencana dahsyat di Jepang yaitu Tsunami Jepang yang terjadi Maret 2011 lalu.

Teladan Ketiga : Presiden Perusahaan Kereta Api Hokkaido di Jepang Bunuh Diri karena terjadi kecelakaan kereta api (Peringatan : Jangan bunuh dirinya yang dicontoh)

Naotoshi Nakajima, Presiden JR Hokkaido yang bunuh diri.

Presiden Perusahaan Kereta Api Hokkaido di Jepang, Naotoshi Nakajima (64), memilih untuk mengakhiri hidupnya. Ia merasa bersalah atas terjadinya kecelakaan kereta api di Hokkaido, pada bulan Mei 2011 lalu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 35 orang luka-luka, meski tidak ada korban jiwa.

Nakajima meninggalkan surat bunuh diri dan kemudian menghilang. Mayat Nakajima baru ditemukan enam hari kemudian (18/9) di perairan Otaru, Hokkaido. Nampaknya Nakajima memilih bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut.

Sebagai presiden perusahaan kereta api, Nakajima merasa bertanggung jawab atas keselamatan seluruh penumpang kereta. Sejak kecelakaan tersebut, Nakajima lebih banyak berdiam diri. Ia seperti merasa bersalah dan tertekan karena tanggung jawabnya sebagai Presiden perusahaan. Hal itu disampaikan oleh wakilnya di JR Hokkaido, Hirohiko Kakinuma.

Tragedi JR Hokkaide di Terowongan Daiichi, Mei 2011 / AFP

Sebenarnya kecelakaan kereta tersebut bukanlah kecelakaan besar (major accident). Para korban juga tidak mengalami luka serius. Tragedi itu berawal saat kereta api JR Sekisho Line dari Hokkaido Railway Co. (JR Hokkaido) yang salah satu gerbongnya keluar dari rel di wilayah Shimukappumura, bagian utara Jepang. Keretapun melakukan penghentian darurat di dalam terowongan Daiichi Niniu. Saat berhenti, asap tebal muncul menutupi terowongan dan gerbong.

Menurut buku manual perkeretaapian Hokkaido, penumpang perlu dievakuasi apabila terdapat api. Namun karena masinis tidak melihat adanya api, penumpang belum dievakuasi. Pintu gerbongpun belum dibuka. Meski kemudian penumpang dievakuasi, langkah tersebut dinilai terlambat karena mengakibatkan sekitar 35 orang mengalami luka ringan dan sesak nafas akibat menghirup asap. Tidak ada korban meninggal dalam tragedi tersebut.

Kementerian Transportasi Jepang langsung mengadakan penyelidikan dan meminta JR Hokkaido untuk menyampaikan laporan penyebab kecelakaan, termasuk meninjau ulang buku manual kecelakaan kereta dari JR Hokkaido. Penyelidikan yang intensif tersebut ditengarai juga menambah tekanan bagi Nakajima sebagai presiden.

Dalam surat bunuh diri yang ditujukan kepada karyawannya, Nakajima menulis,
“Saya sungguh menyesalkan terjadinya kecelakaan kereta api tersebut dan memohon maaf sebesar-besarnya. Sebagai pegawai perusahaan kereta api, kita dipercaya untuk menjaga keselamatan para penumpang. Tugas itu harus kita letakkan di atas segalanya. Saya ingin kalian sebagai pegawai untuk selalu memikirkan keselamatan para penumpang. Saya ucapkan terima kasih pada kalian semua atas segala dukungan selama ini.”

Kasus bunuh diri, ataupun mundur dari jabatan pejabat publik adalah suatu hal yang lumrah di Jepang. Hal ini dilandasi oleh budaya panjang negeri mereka. Salah satu kode etik samurai misalnya, mengatakan bahwa “Hinkaku no Chikara”, atau pentingnya kemampuan menjaga harga diri.

Semakin tinggi jabatan seseorang, “hinkaku” atau harga diri, semakin penting. Apabila seseorang bersalah atau bertanggung jawab atas kesalahan publik, mereka tak segan untuk mundur, ataupun ekstrimnya, melakukan bunuh diri, seperti yang dilakukan Nakajima.

Lain negara tentu lain budayanya. Mudah-mudahan apa yang terjadi di Jepang bisa menjadi pelajaran, dan kita mengambil hikmahnya

Sangat aneh jika dibandingkan dengan para pemimpin Indonesia. Yang selalu diguncang dengan berbagai bencana serta kecelakaan tapi penangannya selalu mendapat raport merah, tapi tetap dengan PD duduk di kursi kepemimpinannya. *sumber

Baca juga Pemimpin Yang Harus Dicontoh Indonesia (part 3)Pemimpin Yang Harus Dicontoh Indonesia (part 1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s