Menghargai Apa Yang Dihargai Oleh Sang Pengharga


Dalam berkehidupan di planet bumi, manusia tentunya membutuhkan kehidupan sosial sebagai pelengkap berkehidupannya. Banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk menghargai sesuatu itu dan tentunya banyak juga cara yang berbeda dalam hal penghargaan itu.

Pernah saya alami dalam berkehidupan nyata bahwa ada beberapa kawan saya yang menghargai seseorang itu berdasarkan jabatan. Seperti si pengharga akan menyimak secara khidmat ketika sang bos sedang berbicara atau memimpin rapat. Nah si pengharga itu berbeda sikap ketika sesama rekan sang pengharga angkat bicara. Si pengharga malah asyik bergurau atau bekerja dengan perangkatnya.

Contoh lagi, si pengharga hanya berpamitan pulang kepada sang bos, padahal di sekitar bahkan di samping sang bos masih ada kawan-kawan sang perharga yang masih sibuk berutinitas tetapi oleh sang pengharga itu kawannya hanya dianggap tidak akan pernah mendengarkan kepamitannya. Entah perbuatan itu berlandaskan kesungkanan terhadap sang bos atau kespelean terhadap para sang kawan.

Lagi, sang pengharga dengan acuhnya membiarkan keran air di kamar mandi masih tetap mengalir. Padahal sang pengharga akan dan tidak menggunakan kembali keran air tersebut. Mungkin di dalam pikiran sang pengharga yang penting awak bisa bayar biaya pembelian air. Dan menurut saya air itu mempunyai sifat seperti bahan bakar minyak, sumber daya mineral yang bersifat fosil jika tidak diperhatikan dan dikelola dengan bijak.

Mungkin sifat-sifat sang pengharga itu timbul lantaran beliau tidak pernah berkehidupan langsung semasa sebelum sang pengjarga itu benar-benar hidup. Kebetulan saya yang masih berstatus anggota organisasi di bidang lingkungan hidup dan kepecintaalaman sangat menghargai semua ibyek yang ada disekitar, baik itu manusia, binatang, tumbuhan, sampah, air dan lain-lain.

Mungkin juga itu merupakan salah satu nilai kekurangan dari para sang pengharga yang tidak merasakan kehidupan nyata seperti halnya berkehidupan dalam aktivitas yang lebih terkenal dengan sebutan MAPALA.

Dan semoga apa yang saya rasakan dapat membantu para sang pengharga itu lebih menikmati dan bersosialisasi semanusia mungkin demi kehidupan yang akan mereka arungi.

Salam Speleo…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s