Menghargai Apa Yang Dihargai Oleh Sang Pengharga

Dalam berkehidupan di planet bumi, manusia tentunya membutuhkan kehidupan sosial sebagai pelengkap berkehidupannya. Banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk menghargai sesuatu itu dan tentunya banyak juga cara yang berbeda dalam hal penghargaan itu.

Pernah saya alami dalam berkehidupan nyata bahwa ada beberapa kawan saya yang menghargai seseorang itu berdasarkan jabatan. Seperti si pengharga akan menyimak secara khidmat ketika sang bos sedang berbicara atau memimpin rapat. Nah si pengharga itu berbeda sikap ketika sesama rekan sang pengharga angkat bicara. Si pengharga malah asyik bergurau atau bekerja dengan perangkatnya.

Contoh lagi, si pengharga hanya berpamitan pulang kepada sang bos, padahal di sekitar bahkan di samping sang bos masih ada kawan-kawan sang perharga yang masih sibuk berutinitas tetapi oleh sang pengharga itu kawannya hanya dianggap tidak akan pernah mendengarkan kepamitannya. Entah perbuatan itu berlandaskan kesungkanan terhadap sang bos atau kespelean terhadap para sang kawan. Continue reading

Antara Tamparan dan Keacuhan di Republik “Kutukan” Endonesa

Baru-baru ini sedang heboh mengenai informasi tentang tamparan wamenkumham terhadap sipir. Hal itu dilakukan akibat hampir tidak dibukakan pintu masuk ke lembaga permasyarakatan oleh dang sipir.

Bukan tanpa alasan seorang wamenkumham ujug-ujug nyelonong ke penjara di Riau. Maksud beliau yaitu untuk menggagalkan dan menangkap para penghuni bui yang akan melakukan transaksi narkoba.

Menurut saya tindakab wakil menteri tersebut sangat wajar dan reaksional ketika menemui kejadian yang tidak sesuai dengan aturan tapi didiamkan begitu saja oleh aparat negara.

Lagi-lagi media kembali berperan dalam membuat pandangan negatifnya. Media selalu menghiperbolakan penamparan wakil menteri itu. Padahal tindakan beliau itu sangat diperlukan dan patut ditiru oleh masyarakat lainnya dalam penertiban hukum yang berlaku.

Bayangkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalam penjara itu malah terdapat sumber kejahatan. Misalnya, seorang penghuni baru pasti akan dihajar habis-habisan oleh para penghuni lama. Dan saya yakin bahwa para sipir sangat jelas mengetahui kejadian-kejadian itu tetapi mereka hanya menikmati pekerjaannya dengan membiarkan penganiayaan tersebut.

Seorang nabi saja rela dan ikhlas menyakiti anaknya sendiri dengan menyembelihnya karena perintah Tuhan. Sepertinya tidak ada bedanya dengan tindakan sang wakil menteri itu.

Itulah yang namanya media, sangat jarang memberikan informasi dari sisi positifnya, mereka malah menjual informasi hanya dari sisi negatif. Padahal pihak media berperan beaar dalam membentuk opini masyarakat dalam menyikapi perkembangan yang terjadi.

Dampak Negatif Surveyor of The Month

Malam itu memang seperti biasanya kawasan Blok O BIP Mukakuning diselimuti oleh hawa yang cukup dingin. Keadaan ini menjadi suasana yang cukup nyaman untuk mengistirahatkan sekujur tubuh oleh para penghuni yang telah bekerja selama 8 jam, tidak terkecuali sang surveyor Thrist Meirady.

Mungkin akibat medan pekerjaan hari itu yang cukup sulit sehibgga sangat menguras tenaga yang ada pada tubuhnya, maka tepat pada pukul 01.13 WIB beliau menginggau dengan sangat menyeramkan. Perkiraan saya, beliau bermimpi sedang marking meteran air di bilangan Batu Aji secara tiba-tiba mendapat serangan dari beberapa ekor anjing. Dan tanpa pikir panjang beliau pun langsung berteriak dan berlari selambat mungkin.

Melihat kejadian pengigauan itu, sdr. Awek yang kebetulan masih melek, lari terbirit-birit karena merasa aneh dengan kelakuan sang Trist Meirady.

Mungkin kejadiab seperti ini bisa dicegah lebih dini apabila dibantu dan didukung oleh pihal yang terkait, seperti asuransi gigitan anjing, voucher pijat +, ketimun dan sepatu anti anjing.

Mudah-mudahan hal ini bisa dipelajari oleh stakeholder dan pejabat yang menaungi langsung para pekerja surveyor.

Benar Benar Merakyat

Bahan bakar minyak kembali mejadi bahan perbincangan dan perhatian mulai dari kalangan kaum yang kurang beruntung dan bagi mereka yang sangat beruntung. Kenapa tidak, pemerintah kembali mengajukan rancangan undang undang APBN Perubahan yang salah satunya tentang usulan harga BBM bersubsidi.

Kalo tidak salah, total subsidi untuk BBM melebihi angka 150 Triliun rupiah. Angka yang tidak sedikit kan? Begini, saya punya pemikiran dan gak tau pemikiran saya itu rasional atau tidak.
Kenapa harga BBM itu dinaikan atau dihilangkan subsidinya selama 2 tahun? Selama dua tahun kan berarti ada 300 Triliun yang seharusnya buat subsidi tetapi ini kita alihkan untuk pembangunan infrastruktur, seperti transportasi publik ( Kereta api/commuter/, monorail, busway, jembatan, rel kereta api, jalan raya, jalan tol dll ).

Mungkin proyek2 tersebut bisa diselaikan selama dua tahun.
Setelah proyek itu selesai (dua tahun) barulah pemerintah mengeluarkn kebijakan untuk mensubsidi kembali BBM. Mungkin dengan cara real seperti itu rakyat akan dapat langsung merasakan subsidi dari pemerintah.

Karena selama ini kan dalam setiap pembangunan infrastruktur selalu terkendala dengan masalah administrasi baik birokrasi maupun sogok sana-sini demi memenangkan tender itu.

Dan memang betul, angka 300 triliun itu bukan nilai yang sedikit. Harapan saya adalah semoga rakyat Indonesia masih mempunyai harapan terhadap negeri yang kayak dengan segala-galanya ini.