Menggapai Sejati (Hari Ketiga)


Minggu, 4 September 2011

00.00-05.00 WIB

Untuk memaksimalkan waktu, kami pun membongkar isi carrier masing-masing untuk meninggalkan beberapa pakaian yang tidak perlu dibawa pendakian sambil mengisi baterai dua kamera pocket maupun ponsel.

05.00-05.45 WIB

Selamat pagi Kalibaru. Merasakan kondisi disini yang cukup dingin, saya pun ingin merasakan mandi pagi disini. Hiiiiii, ternyata dingin sangat airnya. Sang istri Cak Jarwo pun menghidangkan santapan sarapan pagi itu. Walaupun menunya sederhana (nasi putih, ikan asin dan mie rebus), tanpa ampun kami menyantapnya apalagi cuaca diluar gerimis mendinginkan.

05.45-06.15 WIB

Setelah mengisi bahan bakar motor dengan premium eceran, tanpa segan-segan tim dan rombongan pengantar pun bergegas untuk menuju rumah pak NGANU (maaf, saya lupa namanya). Kondisi jalan pun makin lama makin menanjak. Bentangan kebun kopi menjadi pemandangan yang lumayan membuat melek mata selama perjalan ke rumah (NGANU). Posisi rumah pak NGANU itu ternyata ada di timurnya rumah pak Suto yang terkenal dikalangan pendaki gunung raung itu.

06.15-07.50 WIB

Perjalanan dari rumahnya pak NGANU menuju pos I sebenarnya bisa dilalui oleh motor. Namun sangat dianjurkan untuk berjalan kaki. Karena selain menghemat biaya (premium) perjalanan tersebut bisa dijadikan aklimatisasi terhadap keadaan sekitar baik medan dan cuacanya.

Aliran sungai, air terjun dan tentunya ladang penduduk pun menghibur penglihatan kami.Kondisi medan perjalanan pun masih terbilang sangat landai. Beberapa kali kami bertegur sapa dengan penduduk sekitar yang sedang menggarap ladang-ladangnya. Sambil beristirahat beberapa menit, kami pun berbincang dengan salah satu penduduk setempat yang sedang merawat tanaman cabainya. Saya lupa namanya (maaf ya pak, hihhihi) yang menawarkan untuk membaca cabai sebagai bekal perjalanan. Tanpa sungkan pun Ndon langsung memetik hampir setengah kantong kresek kecil. Dan beliau pun meminta kami untuk mampir ke kediamannya yang berada di sebelah barat rumahnya pak NGANU, (sebelum kembali pulang ke Jakarta). Tapi mohon maaf ya pak, kami belum sempat mampir.

07.50-11.10 WIB

Posisi pos I persis berada di atas punggungan yang disebelah kanan maupun kirinya terdapat aliran sungai. Rumah yang paling dekat dengan hutan, yaitu rumahnya Pak Sunarya yang persis berada di punggungan sebelah selatan pos I.

Setelah istirahat selama 5 menit , saya dan Ndon ditemani Cak Ewok pun bergegas mengisi air untuk stok selama pendakian. Lebih dari 26 liter air mineral yang kami siapkan untuk menunjang pendakian kami. Jadi setelah membawa air, berat masing-masing carrier pun diperkirakan mencapai 20-30 kilogram. Wow, gak ringan tuh.

Begitu menikmati tanjakan yang lumayan terjal, saya pun merasakan memang beratnya beban yang harus digendong. Seperti di hutan lainnya, disini pun masih terlihat sisa penebangan kayu liar.

11.10-11.32 WIB

Waktunya maksiat, makan siang dan istirahat. Chiki-chikian, peyek pun menjadi santapan kali ini. Untuk memastikan jalur pendakian pada peta, Kibul pun langsung mengeluarkan peta RBI, protektor, GPS, penggaris dan pensil.

11.32-13.55 WIB

Ada beberapa camp yang kami lalui untuk menuju Pos II. Dan hampir di setiap camp terdapat tandon air, entah itu terbuat dari potongan jeriken maupun botol air. Kondisi medan disini sudah mulai dihiasi dengan pepohonan tumbang yang tentunya menghambat jalur pendakian, tumbuhan berduri yang sangat mengganggu perjalanan apabila tersangkut di pakaian atau di carrier. Dalam perjalan, kami juga bertemu dengan pak Sunarya yang sedang beraktivitas.

13.55-24.00 WIB

Sesuai rencana operasial perjalanan kami, memang target hari ini hanya sampai Pos II. Hanya beberapa menit beristirahat kami pun langsung membongkar isi carrier masing-masing untuk menyiapkan semua kebutuhan untuk istirahat dan bermalam di Pos II ini.

Jalur ini masih relatif landai lah, alias tanjakan yang terjalnya masih sedikit dan kondisi area Pos II pun cukup luas, kira-kira bisa menampung 5 tenda. Tenda tempat kami berlindung pun akhirnya sudah berdiri tegak. Makan malam pun akhirnya kami santap pada jam 18.00 WIB. 

Advertisements

2 thoughts on “Menggapai Sejati (Hari Ketiga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s